Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

TOL CIPALI BEROPERASI: Bisnis Properti di Cirebon dan Semarang Bergairah

Semakin mudahnya akses lintas Jawa dengan beroperasinya jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) diprediksi akan memacu pertumbuhan bisnis properti, terutama di Cirebon dan Semarang.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 19 Juni 2015  |  09:46 WIB
Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) di Jawa Barat. - Antara
Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) di Jawa Barat. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Semakin mudahnya akses lintas Jawa dengan beroperasinya jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) diprediksi akan memacu pertumbuhan bisnis properti, terutama di Cirebon dan Semarang.

Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan adanya kemudahan akses transportasi tersebut akan mendorong kemajuan bisnis di daerah yang dilewatinya, terutama Cirebon dan Semarang.

“Cirebon menjadi daerah yang terimbas langsung efek Cipali, karena selama ini Cirebon kalau dilihat kan jaraknya nanggung. Dibilang jauh tidak, dekat juga tidak. Yang jelas disana sudah ada potensi adanya pusat industri kelautan dan juga pelabuhan,” tutunya saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (18/6/2015).

Selain itu, daerah yang dekat pintu keluar tol bisa dikembangkan menjadi pusat transit, seperti fasilitas penginapan, kuliner, ataupun pertokoan.

Pada 13 Juli 2015 lalu, jalan tol sepanjang 116.75 kilometer yang menghubungkan daerah Cikopo, Purwakarta dengan Palimanan, Jawa Barat diresmikan. Infrastruktur ini merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Jawa yang akan menghubungkan Merak, Banten hingga Banyuwangi, Jawa Timur.

Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono mengklaim adanya Cipali dapat memperpendek jarak tempuh sejauh 40 km dan diprediksi akan memotong waktu tempuh 1.5 sampai 2 jam dibandingkan melewati Jalur Pantura (Pantai Utara Jawa).

Beradasarkan data Kementerian PU-Pera, tol Cipali terbagi dalam enam seksi, yakni seksi I Cikopo-Kalijati sepanjang 29,12 km, seksi II Kalijati-Subang sepanjang 9,56 km, seksi III Subang-Cikedung sepanjang 31,37 km, seksi IV

Cikedung-Kertajati sepanjang 17,66 km, seksi V Kertajati-Sumberjaya sepanjang 14,51 km, serta seksi VI Sumberjaya-Palimanan sepanjang 14,53 km. Artinya, jalan tersebut menghubungkan Purwakarta, Indramayu, Majalengka, Subang, dan Cirebon.

“Daerah exit tol ini yang sebenarnya berpotensi untuk dikembangkan menjadi pusat transit. Karena jarak di atas 100 km perlu adanya sarana beristirahat, bukan sekedar rest area,” ujar Ferry.

Terkait pengaruh tuah Cipali untuk kota lainnya, seperti Brebes, Tegal, dan Pekalongan, sambungnya, masih memerlukan waktu lebih lama dibandingkan Cirebon.

Adapun pengembang nasional di jalur Pantura a.l. Ciputra Group melalui proyek CitraLand Cirebon, CitraLand Tegal, dan Citra Garden Pekalongan; serta Metropolitan Land melalui  Metland Hotel dengan kelas bintang tiga.

Hadirnya tol Cipali dipercaya membantu berkembangnya kawasan industri karena  disribusi ke arah Jawa dari Jabodetabek menjadi lebih mudah.

Ferry Salanto berpendapat kondisi tersebut dapat membuat kawasan industri di area tengah Jawa semakin berkembang, terutama di Semarang.

“Semarang sedang berkembang menjadi daerah industri, karena dia punya dua kelebihan, yaitu harga lahan dan upah pekerja yang relatif lebih murah dibandingkan Jakarta ataupun Surabaya,” terangnya

Harga lahan industri di pinggir Jakarta seperti Bekasi berkisar Rp1,5 juta - Rp3 juta per m2 dan Surabaya berkisar Rp1,5 juta - Rp2,5 juta per m2. Sedangkan di Semarang, harga lahan bisa 30%-50% lebih murah.

Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah tersebut berkembang sebagai kota industri baru, karena ada beberapa kawasan industri baru skala besar yang sedang dibangun di daerah Kendal. Dengan dibukanya tol Cipali tentunya akan memudahkan akses dari Semarang ke arah Jakarta untuk pendistribusian barang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti jalan tol cipali
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top