Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Antisipasi Puasa dan Lebaran, Impor BBM Naik

PT Pertamina (Persero) meningkatkan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium sebanyak 12,5% hingga 25% per bulan atau tambahan 1 juta hingga 2 juta barel per bulan.
Fauzul Muna
Fauzul Muna - Bisnis.com 17 Juni 2015  |  04:41 WIB
Impor BBM jelang Ramadan dan Lebaran diprediksi naik. - Jibiphoto/Rahmatullah
Impor BBM jelang Ramadan dan Lebaran diprediksi naik. - Jibiphoto/Rahmatullah

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) meningkatkan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium sebanyak 12,5% hingga 25% per bulan atau tambahan 1 juta hingga 2 juta barel per bulan.

Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan perseroan meningkatkan impor Premium untuk mengamankan pasokan lebaran. Kenaikan dilakukan sepanjang Mei hingga Juli 2015 dengan besaran 12,5% hingga 25%.
Dia menjelaskan rata-rata impor Premium di hari normal mencapai 8 juta barel per bulan. Dalam rangka mengamankan pasokan BBM menjelang puasa dan lebaran Idul Fitri 2015, perusahaan pelat merah tersebut akan menaikkan impor sebanyak 1 juta per bulan untuk Mei hingga Juni atau impor menjadi 9 juta barel per bulan. Khusus Juli 2015, kenaikan impor Premium mencapai 2 juta barel atau naik dari 8 juta barel per bulan menjadi 10 juta barel per bulan.
"Ada kenaikan impor menjelang puasa dan lebaran," katanya seusai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Selasa (17/6).
Adapun BBM berkadar oktan 92 dengan merek Pertamax, tambahnya, stok telah dinaikkan seiring dengan pertumbuhan konsumsi. Dalam kondisi normal, impor Pertamax mencapai 2 juta barel per bulan. Kini impor telah dinaikkan menjadi 2,5 juta barel atau terdapat kenaikan 25%.
Selain BBM, BUMN Migas tersebut juga menaikkan impor liquefied petroleum gas (LPG) akibat kenaikan konsumsi sebesar 4%. Stok operasional dinaikkan dari 13 hari menjadi 17 hari.
Lebih jauh, dia menyampaikan terdapat migrasi konsumsi dari Elpiji 12 kilogram ke Elpiji 3 kilogram sebesar 20%. Elpiji 12 kilogram mengalami penurunan konsumsi 24% yang berdampak pada kenaikan konsumsi Elpiji melon sebanyak 2%.
Dia menjelaskan konsumsi Elpiji sepanjang tahun ini diperkirakan mencapai 7,1 juta ton. Konsumsi Elpiji 12 kilogram turun dari 1 juta ton per tahun menjadi 800.000 ton. Sementara konsumsi Elpiji bersubsidi naik dari 5,7 juta ton menjadi 5,8 juta ton.
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menambahkan Pertamina mengeluarkan dana sebesar US$400 hingga US$450 juta per hari untuk impor. Impor dilakukan untuk mencukupi setengah kebutuhan BBM yang mencapai 1,6 juta barel per hari di hari-hari normal. Seiring dengan kenaikan kebutuhan impor menjelang puasa dan lebaran, tambahnya, kenaikan dana untuk impor mencapai 10% hingga 15%.
Lebih jauh, perseroan menaikkan pasokan BBM dalam rangka mengawal puasa dan lebaran. Rinciannya, Premium mengalami kenaikan sebesar 18%, solar naik 11%, dan avtur dinaikkan sebesar 10%.
"Kita saat ini memiliki pasokan di atas 20 hari semua," ungkapnya.
Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor bbm
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top