Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Upah Buruh Mahal, Industri Sepatu Ramai-ramai Pindah Pabrik

Industri persepatuan mulai memindahkan sentra produksi mereka ke Jawa Barat dan Jawa Timur sejak tahun lalu. Hingga kini, tercatat lebih dari 80 perusahaan yang mulai relokasi secara bertahap.
Shahnaz Yusuf
Shahnaz Yusuf - Bisnis.com 10 Mei 2015  |  19:43 WIB
Pekerja pabrik menyelesaikan proses produksi sepatu.  - WD/Bisnis.com
Pekerja pabrik menyelesaikan proses produksi sepatu. - WD/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Industri persepatuan mulai memindahkan sentra produksi mereka ke Jawa Barat dan Jawa Timur sejak tahun lalu. Hingga kini, tercatat lebih dari 80 perusahaan yang mulai relokasi secara bertahap.

Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko mengatakan hal ini disebabkan oleh tingginya upah minimum di Tangerang dan Bekasi.

“Semua tahu kalau industri sepatu itu perlu relokasi, hampir semua sudah siap-sia untuk pindah,” ujarnya pada Bisnis.com, Minggu (10/5/2015).

Dia mengatakan tujuan relokasi antara lain ke Jawa Timur seperti Jombang dan Nganjuk, serta ke Jawa Barat seperti Tasik, Garut, Cirebon dan Subang.

Sebagai catatan, upah minimum di Tangerang dan Bekasi masing-masing mencapai Rp2,7 juta dan Rp2,9 juta per bulan. Sementara  untuk kabupaten-kabupaten di Jawa Barat dan Jawa Timur masih ada yang di bawah Rp1,5 juta per bulan.

Selain itu, tingginya gangguan sosial seperti aksi unjuk rasa juga jadi pertimbangan lain.

 “Kalau di daerah bisa teredam karena lebih kondusif. DI kota kan lebih besar perlu dana untuk hidup. Jadi banyak stresnya,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan relokasi dilakukan secara bertahap, mulai dari membangun pabrik, dan perlahan memindahkan sebagian kegiatan produksi di pabrik yang baru. Menurutnya dengan cara bertahap ini tenaga kerja juga bisa dikurangi secara bertahap.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri sepatu
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top