Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penumpang Penerbangan Domestik Anjlok 9%

Indonesia National Air Carrier Association atau INACA menyatakan jumlah penumpang pesawat terbang untuk rute domestik mengalami penurunan hingga 9% pada kuartal I 2015 akibat terdampak faktor eksternal meski asosiasi ini berharap akan terjadi rebound pada fase-fase selanjutnya.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 08 Mei 2015  |  18:48 WIB

 Bisnis.com, JAKARTA- Indonesia National Air Carrier Association atau INACA menyatakan jumlah penumpang pesawat terbang untuk rute domestik mengalami penurunan hingga 9% pada kuartal I 2015 akibat terdampak faktor eksternal meski asosiasi ini berharap akan terjadi rebound pada fase-fase selanjutnya.

Para pelaku usaha di industri ini berharap ada kebijakan dari pemerintah yang memberikan kesempatan kepada mereka untuk bersaing secara fair dengan para pelaku usaha dari negara Asia Tenggara lainnya dalam menghadapi era langit terbuka atau open sky.

Ketua Umum INACA M. Arif Wibowo mengungkapkan penurunan jumlah penumpang penerbangna domestik sebesar 9% dibandingkan capaian pada kuartal I 2014 itu terjadi karena pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat, hanya berkisar 4,7%, jauh di bawah ekspektasi 5%.

"Pertumbuhan ekonomi itu jadi penggerak. Kalau ekonomi melambat, maka pertumbuhan penumpang pasti turut melambat,” tuturnya, Jumat (8/5/2015).

Selain itu, menurutnya, nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS yang terus memburuk juga memperparah situasi perekonomian nasional. Akibat terhimpit oleh pertumbuhan yang lambat, lanjutnya, pengguna jasa mulai menjadwal ulang rencana perjalanannya.

Karena itulah pertumbuhan penumpang domestik turun,” tambahnya.

Pihaknya berharap tingkat pertumbuhan ekonomi nasional bisa membaik pada kuartal kedua dan ketiga berkisar di atas 5% sehingga memberikan dampak positif bagi industri penerbangan di Tanah Air.

Harapan itu, katanya, beralasan mengingat berbagai proyek infrastruktur akan dimulai pada kuartal-kuartal itu sehingga belanja nasional bisa meningkat sehinggam mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi udara pertumbuhan penumpang pesawat
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top