Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sektor Manufaktur dan Perbankan Sering Langgar Aturan Penggunaan Pekerja Asing

Manufaktur dan perbankan menjadi sektor yang paling banyak melakukan pelanggaran ketenagakerjaan terkait penggunaan tenaga kerja asing.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 07 Mei 2015  |  18:07 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Manufaktur dan perbankan menjadi sektor yang paling banyak melakukan pelanggaran ketenagakerjaan terkait penggunaan tenaga kerja asing.

Pelanggaran yang dilakukan adalah kedua sektor tersebut sering menggunakan jasa pekerja asing di bagian yang sehaursnya bisa diisi oleh tenaga kerja Indonesia.

"Kalau manufaktur mayoritas, selain itu juga perbankan. Itu sementara ini yang kami temukan," kata Pelaksana tugas Dirjen Pembinaan dan Pengawasan Kementerian Ketenagakerjaan Muji Handaya kepada Bisnis.com, Kamis (7/5/2015).

Dia menjelaskan, ada beberapa posisi yang tidak diperbolehkan untuk diisi oleh pekerja asing. Namun kedua sektor ersebut sering abai terhadap aturan yang telah ditetapkan.

Jabatan yang dilarang untuk diduduki oleh pekerja asing adalah personnel director, industrial relation manager, human resource manager, personnel development supervisor, personnel recruitment supervisor, personnel placement supervisor, employee career development supervisor, personnel declare administrator, dan chief executive officer.

Selain itu, personnel and careers specialist, personnel specialist, career advisor, job advisor, job advisor and counseling, employee mediator, job training administrator, job interviewer, job analyst, dan occupational safety specialist.

"Kami akan awasi terus sehingga aturan yang telah ditetapkan bisa dipatuhi," tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tka pekerja asing
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top