Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga TBS Sawit Kembali Anjlok. Riau Berpotensi Kehilangan Rp2 Triliun

Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Riau kembali mengalami penurunan dengan harga Rp7.173,13 per kg di mana pekan sebelumnya harga CPO masih Rp7.198,4 per kg.
Gemal Abdel Nasser
Gemal Abdel Nasser - Bisnis.com 22 April 2015  |  15:54 WIB
Harga TBS Sawit Kembali Anjlok. Riau Berpotensi Kehilangan Rp2 Triliun
Ilustrasi - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, PEKANBARU -- Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Riau kembali mengalami penurunan dengan harga Rp7.173,13 per kg di mana pekan sebelumnya harga CPO masih Rp7.198,4 per kg.

Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau mencatat harga TBS sawit berumur 3 tahun seharga Rp1.118,47 per kg, umur 4 tahun seharga Rp1.248,99 per kg, umur 5 tahun seharga Rp1.336,51 per kg, umur 6 tahun seharga Rp1.375,82 per kg, umur 7 tahun seharga Rp1.428,34 per kg, umur 8 tahun seharga Rp1.472,87 per kg, umur 9 tahun seharga Rp1.520,16 per kg dan umur 10-20 tahun seharga Rp1.562.54.

"Harga TBS Rp7.173,13 harga ini mengalami penurunan dari pekan sebelumnya Rp7.198,4 per kg. Sedangkan harga kernel Rp4.995,99," ungkap Kasi Promosi Disbun Riau Rusdi, Rabu (22/4/2015).

Sebelumnya, Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan jika kondisi ini terus bertahan hingga akhir tahun, Riau akan kehilangan Rp2 triliun.

"Kalau harga CPO di pasar bursa terus seperti ini, bisa-bisa kita kehilangan Rp2 triliun," katanya.

Pemprov Riau sendiri masih berharap dengan dana bagi hasil (DBH) dengan pemerintahan pusat. Pemprov juga berharap dengan kebijakan mandatory campuran biodiesel sebesar 15% bisa mengembalikan harga Crude Palm Oil (CPO) Riau.

Dia menyebutkan kebijakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu diberlakukan semenjak 1 April lalu.

"Kebijakan itu diharapkan dapat meningkatkan penyerapan produksi CPO dalam negeri," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Riau Viator Butar Butar berkomentar sebaiknya pemerintah mempercepat proses hilirisasi CPO nasional, seperti yang dilakukan Malaysia.

"Sehingga, permintaan akan CPO terpelihara dengan kehadiran industri hilir domestik. Sekaligus akan menambah value added TBS dan kelapa sawit di Indonesia," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sawit
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top