Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PELARANGAN TRANSSHIPMENT: Menteri Susi Masih Tahan Juknis

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti masih menahan penerbitan Petunjuk Teknis (Juknis) Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan KP No.57/2014 yang melarang praktik alih muat ikan (transshipment).
Ihda Fadila
Ihda Fadila - Bisnis.com 16 April 2015  |  20:39 WIB
PELARANGAN TRANSSHIPMENT: Menteri Susi Masih Tahan Juknis
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memberikan keterangan tentang Penghentian Sementara (Moratorium) Perizinan Usaha Peirkanan Tangkap di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Kamis (5/3/2015). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti masih menahan penerbitan Petunjuk Teknis (Juknis) Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan KP No.57/2014 yang melarang praktik alih muat ikan (transshipment).

Pasalnya, pihaknya masih melakukan diskusi dengan beberapa stakeholders karena persoalan transshipment di setiap daerah berbeda. Selain itu, dia juga masih menunggu kelengkapan data dari asosiasi agar juknis itu nantinya tidak lagi diselewengkan.

"Transshipment sangat rawan alih muat ikan dibawa langsung ke luar negeri, ke general santos," katanya saat memberikan pemaparan dalam hearing dengan DPD RI, Kamis (16/4/2015).

Sebelumnya, KKP menjanjikan akan membuat juknis terkait Permen KP No.57/2014. Dalam juknis tersebut, akan dibuat aturan pendaratan ikan khusus menuju unit pengolahan ikan.

Kebutuhan juknis ini menyusul banyaknya protes pengusaha terkait pelarangan transshipment ini. Sebab, dengan pelarangan ini, para pengusaha perikanan tangkap merugi karena kurangnya efisiensi pendaratan ikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Susi Pudjiastuti transshipment
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top