KUD Batu Gandeng Perhutani Jamin Pakan Sapi perah

Untuk memenuhi kebutuhan pakan hijauan bagi peternak sapi perah, KUD Kota Batu, Jawa Timur, menggandeng Perhutani dengan memanfaatkan lahan guna menanam rumput gajah atau kolonjono.
M. Sofi’I
M. Sofi’I - Bisnis.com 13 April 2015  |  20:25 WIB
KUD Batu Gandeng Perhutani Jamin Pakan Sapi perah
Sapi Perah - Bisnis

Bisnis.com, BATU - Untuk memenuhi kebutuhan pakan hijauan bagi peternak sapi perah, KUD Kota Batu, Jawa Timur, menggandeng Perhutani dengan memanfaatkan lahan guna menanam rumput gajah atau kolonjono.

Ketua KUD Kota Batu, Ismail Hasal, mengatakan menyempitnya luas lahan akibat alihfungsi lahan menyusul pesatnya perkembangan pariwisata di Batu membuat peternak kekurangan lahan untuk pakan hijauan.

“Beruntung Perhutani menyediakan lahan tak kurang 400 hektare untuk ditanami rumput dengan pola kemitraan,” kata Ismail, Senin (13/4/2015).

Dengan pola kemitraan tersebut selain bisa menanam rumput, peternak juga menjaga pohon maupun tanaman milik Perhutani. Sehingga dalam hal ini Perhutani juga diuntungkan karena pohonnya juga ada yang menjaga.

Selain itu dengan adanya lahan tersebut peternak juga bisa memenuhi kebutuhan pakan hijauan untuk sapi perah miliknya dalam rangka meningkatkan produksi susu segar.

“Sewaktu kondisi musim penghujan seperti saat ini kebutuhan pakan hijauan relatif tercukupi. Namun sewaktu kemarau pakan hijauan bakal turun menyusul minimnya pasokan air. Dengan demikian, produksi pakan hijauan bisa mengalami penurunan hingga 50%,” jelasnya.

Dengan memanfaatkan lahan Perhutani untuk menanam rumput tersebut maka kekhawatiran peternak akan menurunnya produksi pakan hijauan tersebut bisa ditekan.

Karena tidak sedikit lahan yang ditanami berada di kawasan yang relatif subur dengan ketersediaan yang air yang mencukupi. Kebutuhan pakan sapi perah setiap hari memang cukup tinggi dengan estimasi 15% dari berat total sapi per ekor per hari.

“Sewaktu musim penghujan satu hektare lahan bisa menghasilkan sekitar tiga sampai empat ton rumput. Sedangkan saat kemarau per hektare lahan hanya mampu menghasilkan tak lebih dari satu setengah hingga dua ton rumput gajah,” ujarnya.

Sekretaris Himpunan Peternak Domba dan Kambing (HPKI) Jawa Timur, Ali Mahmud, mengatakan produksi pakan hijauan yang menjadi kebutuhan utama pakan bagi peternak selain konsentrat memang cenderung turun akibat alihfungsi lahan.

“Sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Situbondo, Bondowoso, Jember dan Banyuwangi misalnya pemerintah daerah (pemda) terkait bekerjasama dengan Perhutani guna memanfaatkan lahannya untuk ditanami rumput. Sehingga kebutuhan akan pakan hijauan relatif terjaga,” tambah dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kota batu, sapi perah, kud

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top