Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gubernur Bangka Belitung: Perketat Ekspor Timah di Pelabuhan

Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel) Rustam Effendi memperketat pengawasan ekspor timah di pelabuhan untuk mencegah penyelundupan komoditas pertambangan itu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Maret 2015  |  09:50 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, PANGKALPINANG - Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel) Rustam Effendi memperketat pengawasan ekspor timah di pelabuhan untuk mencegah penyelundupan komoditas pertambangan itu.

"Kita berharap ekspor timah yang keluar di pelabuhan sesuai dengan kesepakatan pemerintah provinsi dengan pengusaha timah ini. Jika disepakati 4.500 ton, maka timah yang keluar harus 4.500 ton," kata Rustam Effendi di Pangkalpinang, Selasa (24/3/2015).

Dalam upaya meningkatan pengawasan ekspor timah ini, kata dia, pihaknya telah bekerja sama dengan Polri, TNI Angkatan Laut, Bea Cukai, Adpel dan Pelindo.

"Pengawasan tidak hanya dilakukan di pelabuhan-pelabuhan resmi, tetapi juga pelabuhan tikus atau tidak resmi, sehingga tidak ada lagi praktik penyuludupan timah yang mengakibatkan harga timah anjlok," ujarnya.

Terkait kesepakatan pembatasan ekspor timah yang disepakati para pengusaha timah pada Senin (23/3), Rustam Effendi mengapresiasi keputusan yang diambil pengusaha dan asosiasi pertimahan membatasi ekspor 30%.

Secara global ekspor timah ke berbagai negara tujuan ekspor ditetapkan 4.500 ton per bulan, dengan rincian pembagian PT Timah sebanyak 2.500 ton dan perusahaan smelter 2.000 ton.

"Mudah-mudahan dengan pembatasan ekspor ini, akan berdampak baik terhadap harga balok timah di pasar dunia dan perekonomian masyarakat," ujarnya. Untuk itu, para pengusaha timah dan asosiasi pertimahan ini diharapkan mematuhi ekspor yang telah disepakati dan ikut mengawasi tata kelola timah tersebut.

"Para pengusaha timah harus berkomitmen dengan kesepakatan tersebut, demi kepentingan kita bersama. Namun jika ada pihak yang melanggar kesepakatan itu tentu akan ditindak sesuai aturan berlaku," ujarnya. []

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

timah bandara pangkal pinang

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top