Pebisnis Mamin di Sulsel Cari Mitra Pemasok Gula Rafinasi

Kalangan pelaku industri makanan dan minuman Sulawesi Selatan tengah mencari mitra untuk mendukung distribusi gula rafinasi secara langsung ke industri tanpa melalui pasar ritel.
Amri Nur Rahmat | 17 Maret 2015 17:40 WIB
Alat khusus pengangkat mengatur tumpukan karung berisi gula rafinasi di salah satu pabrik di Makassar, Sulsel, beberapa waktu lalu. - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, MAKASSAR - Kalangan pelaku industri makanan dan minuman Sulawesi Selatan tengah mencari mitra untuk mendukung distribusi gula rafinasi secara langsung ke industri tanpa melalui pasar ritel.

Ketua Asosiasi Pengusaha Industri Makanan dan Minuman (Asprindo) Sulsel Muhammad Assaf menuturkan serapan gula rafinasi di daerah ini secara rerata mencapai 200 ton per bulan yang digunakan untuk kegiatan produksi industri makanan maupun minuman kemasan.

Kendati demikian, lanjutnya, sebagian besar pelaku usaha yang tergabung dalam asosiasi memperoleh gula rafinasi melalui pasar ritel lantaran terbentur dengan minimum pembelian dari produsen rafinasi secara langsung.

"Saat ini, kami sudah bekerja sama dengan Disperindag Sulsel mencari mitra yang bisa menyediakan dana untuk order minimal pembelian gula rafinasi langsung dari produsen," katanya, Selasa (17/3/2015).

Assaf menjelaskan langkah tersebut agar distribusi gula rafinasi bisa secara tepat tersalurkan ke industri makanan dan minuman sesuai dengan kebutuhan rerata sekitar 200 ton per bulan.

Adapun, pemenuhan order minimal gula rafinasi tersebut dimaksudkan agar pendistribusian gula rafinasi bisa dilakukan melalui koperasi Asprindo sehingga industri makanan dan minuman skala mikro atau rumahan juga bisa memperoleh bahan produksi tersebut.

Langkah tersebut sejalan dengan keputusan Kementerian Perdagangan yang mencabut surat Menteri Perdagangan No. 111/2009 yang mengatur distribusi gula rafinasi melalui distributor. 

Sejauh ini, pelaku industri makanan dan minuman kemasan di Sulawesi Selatan yang tergabung dalam Asprindo sekitar 450 unit, di mana 300 industri di antaranya beroperasi di Kota Makassar.

Di sisi lain, lanjut Assaf, Asprindo Sulsel juga tengah merintis penggunaan gula cair berbahan dasar ubi sebagai alternatif pengganti gula rafinasi sebagai bahan baku produksi mamin.

Kendati demikian, penggunaan gula cair tersebut belum digunakan secara komersial karena masih dalam tahapan uji tingkat kemanisan serta penghitungan ongkos produksi jika menggunakan gula cair tersebut.

Tag : industri mamin, gula rafinasi
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top