Pengusaha Mebel, Meraup Untung Saat Rupiah Terkulai

Pengusaha mebel di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, terutama yang berorientasi ekspor diuntungkan dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sejak beberapa hari terakhir.
Martin Sihombing | 17 Maret 2015 18:16 WIB
Pengusaha mebel di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, terutama yang berorientasi ekspor diuntungkan dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sejak beberapa hari terakhir. - JIBI

Bisnis.com, JEPARA - Pengusaha mebel di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, terutama yang berorientasi ekspor diuntungkan dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sejak beberapa hari terakhir.

Salah seorang pengusaha mebel asal Desa Bulungan, Kecamatan Pakis Aji, Jepara, Muhammad Hisyam di Jepara, Selasa, mengakui melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memang menguntungkan dengan catatan aktif melakukan ekspor mebel saat nilai kurs rupiah melemah.

Hanya saja, kata dia, saat nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS justru diikuti pula melemahnya nilai tukar mata uang euro terhadap dolar AS.

Dampaknya, lanjut dia, pembeli mebel dari Negara Eropa banyak yang menunda pembelian mebel dari Jepara karena bagi mereka harganya mengalami kenaikan hingga 40%.

Hal demikian, kata dia, dialami pembeli dari Rusia sehingga mebel yang sudah dipesan dan siap kirim terpaksa ditunda karena harga mebelnya jauh lebih mahal dibanding sebelumnya.

Penundaan juga dilakukan oleh pembeli lainnya yang berasal dari Negara Jerman, Spanyol, Belgia, dan Belanda.

"Sejumlah negara tersebut juga mengalami hal serupa seperti halnya Rusia, sehingga mereka khawatir daya pembeli masyarakat di negara setempat tidak mampu membeli menyusul adanya kenaikan yang cukup tinggi tersebut," ujarnya.

Satu sisi, kata dia, dirinya memang diuntungkan dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, namun sisi lain juga dirugikan karena banyak pembelinya yang meminta pengiriman barang ditunda.

Dampak penundaan tersebut, kata dia, tentu bisa merugikan dirinya karena mebel yang sudah jadi berpotensi mengalami kerusakan ketika terlalu lama disimpan di gudang karena faktor cuaca.

Lamanya penundaan pengiriman barang, kata dia, juga tidak bisa diprediksi selama kondisi perekonomian di Tanah Air tidak segera pulih.

Untuk itu, dia mengaku, lebih memilih nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tetap berlangsung stabil, meskipun ketika nilai tukar rupiah melemah akan menguntungkan pengusaha mebel yang melakukan ekspor.

Sumber : Antara

Tag : mebel, nilai tukar rupiah
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top