Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rupiah Anjlok: Pengusaha Konstruksi Masih Adem Ayem

Kalangan pengusaha konstruksi meyakini pelemahan nilai tukar rupiah tidak akan berpengaruh secara signifikan terhadap industri jasa konstruksi dalam negeri.nn
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 16 Maret 2015  |  00:45 WIB
Rupiah Anjlok: Pengusaha Konstruksi Masih Adem Ayem
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Kalangan pengusaha konstruksi meyakini pelemahan nilai tukar rupiah tidak akan berpengaruh secara signifikan terhadap industri jasa konstruksi dalam negeri.

Sekjen Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia Andi Rukman mengatakan saat ini pasokan material dalam negeri sudah mencukupi untuk kebutuhan konstruksi infrastruktur.

Oleh karena itu, menurutnya kalangan pelaksana konstruksi tidak begitu khawatir dengan dampak pelemahan rupiah.

“Dampak tentu ada, tetapi tidak terlalu signifikan. Saya pikir capaian target kita masih sangat optimis untuk itu, tidak jadi masalah,” katanya sebagaimana dikutip Bisnis, Minggu(15/3/2015).

Menurutnya, belanja infrastruktur kemungkinan memang akan membengkak pada sektor alat berat. Namun, pelaku usaha alat berat menurutnya dapat menyikapi situasi ini dengan hati-hati.

Untuk saat ini imbas pelemahan rupiah belum cukup terasa bagi sektor konstruksi sebab kontrak proyek tahun ini juga belum dimulai.

Sebagian besar proyek baru akan ditenderkan oleh pemerintah sehingga para pelaku konstruksi belum terpengaruh langsung terhadap pelemahan rupiah.

Menurutnya, Gapensi ada kemungkinan akan meminta eskalasi harga jika pelemahan rupiah semakin dalam dan berpengaruh besar terhadap pengupahan dan kelonjakan harga material.

Namun untuk saat ini, langkah tersebut belum diperhitungkan.

“Sejauh ini belum karena memang belum ada pelaksanaan, praktis mungkin baru Mei kami mulai laksanakan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gapensi
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top