Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dongkrak Susu, Jabar Hentikan Mutasi Anak Sapi Betina

Demi meningkatkan produksi susu sapi, Disnak Jabar akan mencegah terjadinya perpindahan anak sapi betina ke provinsi lain.
Adi Ginanjar Maulana, Wisnu Wage
Adi Ginanjar Maulana, Wisnu Wage - Bisnis.com 11 Maret 2015  |  17:33 WIB
Dongkrak Susu, Jabar Hentikan Mutasi Anak Sapi Betina
Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, BANDUNG—Demi meningkatkan produksi susu sapi, Disnak Jabar akan mencegah terjadinya perpindahan anak sapi betina ke provinsi lain.

Terkait itu, Dinas Peternakan Jawa Barat bakal menyetop mutasi pedet betina sapi perah dari wilayah tersebut.

Kepala Disnak Doddy Firman Nugraha mengatakan tingginya mutasi pedet betina ke daerah lain menyebabkan produksi susu tidak terkerek.

Padahal, katanya, Jabar memerlukan pedet betina lebih banyak akibat populasi yang menurun sejak penjagalan menjadi sapi pedaging dalam kurun waktu 2011-2013 lalu.

“Penyediaan terkendala akibat tingginya mutasi ternak pedet betina yang ke luar Jabar,” katanya kepada Bisnis, Rabu (11/3/2015).

Pihaknya bersama Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jabar membangun komitmen agar pedet betina ke depan tidak dimutasi ke daerah lain, salah satunya dengan penjaringan ternak calon bibit agar tidak hilang keluar Jabar.

“Ini diupayakan dalam rangka percepatan penyediaan bibit pedet betina berkualitas di Jabar,” katanya.

Menurutnya, dari gambaran GKSI, potensi penyediaan bibit dari hasil kelahiran pedet betina di Jabar tidak kurang dari 1.000 ekor per bulan.

“Di antaranya dari Lembang bisa mencapai 500 ekor, Pangalengan 300 ekor, dan Sumedang 200 ekor. Ini belum dari daerah Garut dan daerah lainnya,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti permasalahan pakan ternak terutama ketersediaan pakan hijauan yang diakibatkan karena keterbatasan ruang atau lahan.

Menurutnya, kurangnya ketersediaan pakan hijauan dikhawatirkan menjadi penyebab banyaknya kasus disposisi abomasum dan penyakit pencernaan lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sapi produksi susu
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top