Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dianggap Tak Efisien, Pertamina Ngotot Operasikan Kilangnya

PT Pertamina (Persero) ngotot tidak akan menghentikan operasional atau shut down kilang yang dianggap tidak efisien dalam memproduksi bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 11 Maret 2015  |  17:58 WIB

Bisnis.com, MEDAN—PT Pertamina (Persero) ngotot tidak akan menghentikan operasional atau shut down kilang yang dianggap tidak efisien dalam memproduksi bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.

Dwi Soetjipto, Direktur Utama Pertamina, mengatakan perusahaan masih memikirkan cara untuk mengoptimalkan enam kilang yang dimilikinya saat ini. Badan usaha milik negara itu akan menekan biaya dari pos pengeluaran yang bisa diefisiensikan.

“Memang kilang kami menggunakan teknologi lama, tetapi kan dapat di-upgrade. Jadi tidak langsung disetop begitu saja, kalau seperti itu kan cari gampangnya saja,” katanya.

Dwi menuturkan perusahaan akan melihat kembali spesifikasi, proses pembuatan BBM, dan distribusi bahan baku serta produk yang dihasilkan dari kilangnya. Perusahaan bisa saja mengambil opsi untuk menekan biaya distribusi agar proses pengolahan BBM di kilang miliknya saat ini bisa kebih efisien.

Menurutnya, Pertamina lebih baik mengurangi kapasitas produksi BBM dari kilangnya saat ini, sambil menunggu proses upgrade teknologinya. Pasalnya, saat ini sebagian besar kilang tersebut mengolah minyak mentah jenis light sweet yang didatangkan dari luar negeri.

“Kalau memang menggunakan crude [minyak mentah] impor dianggap tidak efisien, ya oke kami turunkan dulu kapasitas produksinya,” ujarnya.

Tidak efisiennya kilang milik Pertamina berdampak pada ongkos produksi BBM yang lebih mahal dibandingkan dengan nilai beli BBM impor. Hal itu tentu saja berdampak pada naiknya harga jual BBM di tengah masyarakat.

Dari enam kilang yang dimiliki Pertamina, hanya Kilang Balongan di Indramayu, Jawa Tengah yang dianggap efisien dalam memproduksi BBM, sedangkan Kilang Kasim di Papua menjadi fasilitas pengolahan yang paling tidak efisien.

Penutupan kilang milik Pertamina juga sebenarnya bukan langkah yang mudah, karena akan meningkatkan impor BBM, dan membuat ketahanan energi nasional menjadi lebih rentan terhadap fluktuasi harga minyak global.

Selain itu, penutupan kilang juga akan berdampak pada produksi minyak nasional, karena minyak yang diproduksi di beberapa lapangan migas dialirkan langsung menuju kilang melalui pipa.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kilang minyak kilang pertamina pt pertamina
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top