Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wisatawan Asing Keluhkan Larangan Penjualan Bir Di Minimarket

Pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengaku menerima banyak keluhan dari konsumen akibat mulai hilangnya peredaran bir di minimarket.nn
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 03 Maret 2015  |  19:23 WIB
Wisatawan Asing Keluhkan Larangan Penjualan Bir Di Minimarket
Pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengaku menerima banyak keluhan dari konsumen akibat mulai hilangnya peredaran bir di minimarket. - JIBI
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengaku menerima banyak keluhan dari konsumen akibat mulai hilangnya peredaran bir di minimarket.

Penghentian peredaran bir di minimarket dilakukan karena Kementerian Perdagangan menerbitkan Permendag 43/M-DAG/PER/1/2015 yang melarang penjualan minuman beralkohol golongan A seperti bir di minimarket.

"Banyak konsumen kami, yerutama konsumen di kawasan pariwisata yang mempertanyakan tidak adanya bir di minimarket," kata Wakil Sekjen Aprindo Satria Hamid, Selasa (3/3/2015).

Dia menambahkan, para konsumen yang menanyakan hilangnnya peredaran bir itu mayoritas adalah para wisatawan asing atau ekspatriat, hingga para profesional usia dewasa.

Oleh karena Aprindo meminta dilakukan evaluasi tata niaga distribusi enam bulan setelah regulasi ini dijalankan, untuk membuktikan ada atau tidaknya dampak negatif dari penjualan bir di minimarket.

"Kalai dari evaluasi memang tidak ada dampak negatif kami ingin reguloasi itu diubah atau dihapus."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minuman alkohol
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top