Galangan Nasional Siap Bangun Kapal Pesanan Kemenhub

Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) sanggup mengakomodasi berbagai jenis kapal kebutuhan Kementerian Perhubungan.
Muhamad Hilman | 02 Maret 2015 16:59 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA-Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) sanggup mengakomodasi berbagai jenis  kapal kebutuhan  Kementerian Perhubungan melalui program pengembangan armada perintis untuk kapal barang ataupun penumpang.

Ketua Umum Iperindo Eddy K. Logam mengatakan puluhan perusahaan galangan kapal nasional siap menyerap seluruh unit kapal yang akan dibangun oleh Kementerian Perhubungan maupun kementerian lainnya pada galangan domestik.

Dia mengakui dari sisi harga, produk kapal pada galangan dalam negeri belum bisa setara atau equal sebagaimana produk kapal dari negara-negara lainnya seperti China, Jepang atau Korea atau bahkan Batam, tetapi dari sisi kualitas, kapal produk galangan dalam negeri tidak kalah bersaing.

Pihaknya mengapresiasi dukungan Kementerian Perhubungan, baik Direktorat Jenderal Perhubungan Laut maupun Perhubungan Darat serta pembinaan Kementerian Perindustrian bagi industri galangan nasional, termasuk dalam rangka mewujudkan program untuk menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Iperindo berharap, kementerian lainnya juga turut membina industri galangan kapal nasional. "Galangan kapal itu pondasi penting dalam menunjang program Poros Maritim maupun Tol Laut yang menjadi program andalan Pemerintah. Kami berharap, kementerian lainnya juga memberdayakan industri galangan," ujarnya.

Dia mencontohkan lambatnya Kementerian Keuangan dalam merespons kebutuhan industri galangan kapal nasional di bidang fiskal, padahal kondisi fiskal di sektor galangan yang tidak bersahabat menjadi salah satu sumber utama yang menyebabkan industri galangan domestik tidak berkembang dan bersaing dengan luar negeri.

"Kami sudah mengajukan insentif fiskal yang kami butuhkan. Kemenkeu sudah mengetahui akan hal tersebut, tetapi satu dari sejumlah insentif fiskal yang kami butuhkan tersebut, masih belum ada yang diberikan. Padahal program Tol Laut dan Poros Maritim sudah akan dijalankan. Kondisi ini sangat kami sesalkan," ujarnya melalui siaran persnya, Senin (2/3/2015).

Sebagaimana diketahui, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengalokasikan anggaran sebesar  Rp3,79 triliun pada 2015 untuk membangun 94 unit kapal untuk menunjang kegiatan angkutan penumpang dan barang dalam rangka program Tol Laut dan Poros Maritim.

Kapal-kapal tersebut terdiri dari 2 unit kapal perintis 750 DWT, kapal khusus ternak, kapal perintis 500 GT dan pembayaran 1 unit kapal 200 GT masing-masing 1 unit, yang ditambah 10 kapal perintis 200--750 GT, 9 unit kapal multipurpose 350 TEUs, 50 kapal penumpang 1.200-2.000 GT dan 20  kapal rede.

Selain membangun 94 unit kapal penumpang dan barang, pada 2015 ini, Kemenhub juga masih akan membangun 10 unit kapal navigasi dan 75 unit kapal KPLP (Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai). Kapal-kapal tersebut akan dibangun pada galangan kapal nasional.

Iperindo merupakan satu-satunya organisasi tempat berhimpunnya ratusan perusahaan industri galangan kapal nasional di Indonesia. Asosiasi ini beranggotakan lebih dari 200 perusahaan galangan yang tersebar dari Sabang  hingga Merauke.

Saat ini galangan nasional telah mampu memproduksi berbagai jenis kapal pesanan dari dalam negeri maupun luar negeri seperti kapal-kapal jenis tanker, kapal roro, kapal penumpang, kapal perang, kapal untuk kegiatan penunjang operasi hulu migas atau offshore, landing craft tank (LCT), kapal pengerukan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
galangan kapal

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top