Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Munas Gapki IX: Joko Supriyono Jadi Ketua Umum Periode 2015-2018

Joko Supriyono, Direktur Corporate Social Responsbility PT Astra Agro Lestari Tbk., terpilih menjadi ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia untuk periode 2015-2018. Tingkatkan daya saing menjadi inti program kerja selama tiga tahun ke depan.
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 27 Februari 2015  |  20:09 WIB
Munas Gapki IX: Joko Supriyono Jadi Ketua Umum Periode 2015-2018
Joko Supriyono (kiri) terpilih jadi Ketum Gapki 2015-2018 - Antara
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR – Joko Supriyono, Direktur Corporate Social Responsbility PT Astra Agro Lestari Tbk., terpilih menjadi ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) periode 2015-2018.

Peningkatan daya saing menjadi inti program kerja selama 3 tahun ke depan.

Joko menjadi ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) setelah mendapatkan suara terbanyak dari anggota sebesar 842 suara atau 33% dari keseluruhan anggota.

Sebelumnya, Joko menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Gapki untuk kepengurusan 2012-2015.

Joko mengatakan untuk  meningkatkan daya saing di industri sawit dibutuhkan dukungan dari kebijakan pemerintah. Untuk itu meningkatkan partnership dengan pemerintah menjadi langkah utamanya.

“Apalagi, pemerintah dan pengusaha sawit sebenarnya saling membutuhkan. kami butuh dukungan kebijakan, sedangkan mereka membutuhkan kontribusi perdagangan dari komoditas andalan Indonesia ini,” ujarnya setelah Musyawarah Nasional Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia IX, Jumat (27/2).

Selain itu, faktor klasik yaitu infrastruktur masih menjadi permasalahan daya saing sawit Indonesia. Biaya pengiriman yang tinggi membuat harga menjadi kurang kompetitif di pasaran.

Dia mengatakan bayangkan dari Aceh ke pelabuhan Belawan bisa memakan biaya sebesar US$30 per ton, belum dari Belawan ke Rotterdam bisa memakan biaya sebesar US$60 per ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sawit
Editor : Bambang Supriyanto
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top