Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tommy Soeharto Berang Dituding Miliki 20% Saham Petral

Hutomo Mandala Putra atau biasa disapa Tommy Soeharto membantah pernah memiliki saham di Pertamina Energy Trading Limited atau Petral.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 14 Februari 2015  |  06:10 WIB
Tommy Soeharto Berang Dituding Miliki 20% Saham Petral
Tommy Soeharto - Twitter
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA-- Hutomo Mandala Putra atau biasa disapa Tommy Soeharto membantah pernah memiliki saham di Pertamina Energy Trading Limited atau Petral.

Putera mantan Presiden Soeharto itu menyampaikan bantahannya dalam akun Twitter yang dikutip di Jakarta, Jumat (13/2/2015).

"Sahabat semua pasti sebagian besar sudah baca berita tentang saham Petral yang katanya ada nama saya di dalamnya," sebut Tommy di awal klarifikasinya.

Presiden Komisaris PT Pelita Mandala Online, penerbit situs berita pelitaonline.com, tersebut mengatakan, pernyataan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri yang menyebutkan dirinya memiliki 20 persen saham Petral merupakan penyesatan publik.

"Jangan sok tahu, katanya ada saham saya 20 persen di Petral, data dari mana itu," ujarnya dalam akun @TommySoeharto62.

Dia berharap, tim dan juga pemerintah fokus membenahi pengelolaan tata niaga migas dan tidak hanya pencitraan serta sibuk mencari kambing hitam.

"Seharusnya pemerintah memperbaiki trading dan tata niaga migas yang sudah berjalan, sehingga rakyat yang diuntungkan," ujarnya.

Faisal Basri menyebutkan, saat Petral masih bernama Petra Oil, komposisi kepemilikan sahamnya adalah Pertamina 40 persen, Tommy Soeharto 20 persen, Bob Hasan 20 persen, dan Yayasan Karyawan Pertamina 20 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tommy soeharto Petral

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top