Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investasi Mahal Hambat Pengembangan Panas Bumi

Biaya investasinya yang mahal masih menjadi hambatan bagi pengembangan energi panas bumi. Padahal, sektor ini dinilai sangat menguntungkan.
Lucky Leonard
Lucky Leonard - Bisnis.com 28 Januari 2015  |  20:27 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Biaya investasinya yang mahal masih menjadi hambatan bagi pengembangan energi panas bumi. Padahal, sektor ini dinilai sangat menguntungkan.

President & CEO PT Supreme Energy Triharyo Indrawan Soesilo mengatakan tingginya nilai investasi yang dibutuhkan membuat eksploitasi panas bumi sebagai sumber energi terbarukan masih dikuasai oleh pemain-pemain besar.

“Coba bayangkan, investasi di satu lokasi saja untuk 100 mega watt (MW) membutuhkan US$100 juta equity. Ini belum termasuk pinjaman,” katanya di Jakarta, rabu (28/1).

Namun, dia mengungkapkan bukan berarti sektor energi panas bumi ini tidak bisa digarap perusahaan-perusahaan baru.

Menurutnya fast track program (FTP) 2 dari pemerintah bisa menjadi peluang bagi para pengusaha untuk mulai menggarap panas bumi.

Selain itu, dia mengungkapkan sektor ini sudah dijamin oleh pemerintah sehingga cukup menguntungkan bagi para pengusaha. Bahkan, jaminan tersebut bisa berlaku hingga 30 tahun.

“Jaminannya antara lain kalau PLN gak bayar atau izin-izin terlambat. Ini yang membuat sektor ini sebenarnya bankable,” tuturnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

panas bumi analisis investasi
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top