Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengembangan Pelabuhan tak Jelas, Pengusaha Tahan Investasi Pergudangan

Pelaku usaha logistik menilai belum ditetapkannya skala prioritas pembangunan dan pengembangan pelabuhan telah menyebabkan pengusaha menahan berinvestasi pergudangan.
Muhamad Hilman
Muhamad Hilman - Bisnis.com 27 Januari 2015  |  19:25 WIB
Pergudangan. Pengusaha logistik tahan investasi akibat pengembangan pelabuhan tak jelas - Bisnis
Pergudangan. Pengusaha logistik tahan investasi akibat pengembangan pelabuhan tak jelas - Bisnis

Bisnis.com,  JAKARTA—Pelaku usaha logistik menilai belum ditetapkannya skala prioritas pembangunan dan pengembangan pelabuhan telah menyebabkan pengusaha menahan  berinvestasi pergudangan.

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zalddy Ilham Masita mengatakan kementerian Perencanaan Pembangunan/ Bappenas memiliki rencana dan agenda pembangunan pelabuhan yang cukup ambisius, namun lemah pada tatanan implementasi.

Hal ini terlihat dari belum adanya skala prioritas untuk membangun 24 pelabuhan yang ditetapkan sebagai lokasi pelabuhan tol laut. "Kan harus jelas langkah-langkan pembangunannya dan untuk apa," ujarnya, Selasa (27/1/2015).

Menurutnya, pembangunan dan pengembangan pelabuhan dapat dimulai dari daerah-daerah yang memiliki tren pertumbuhan ekonomi dan volume muatan kapal nasional. Pelabuhan itu antara lain seperti di Makassar, Banjarmasin, Palembang.

Dengan menjelaskan skala prioritas pembangunan dan pengembangan pelabuhan ini akan memberikan kepastian pengusaha logistik investasi, seperti membangun pergudangan.

"Sekarang mau investasi tapi pelabuhanya kami belum tahu pelabuhan yang mana."

Pada sisi lain, dia juga meminta penjelasan pemerintah dari tidak diterbitkannya adanya  pembangunan Pelabuhan Cilamaya, Karawang, Jawa Barat. Padahal, pelabuhan yang telah dilirik calon investor dari Jepang itu cukup strategis untuk menerapkan menekan biaya logistik, mengingat lebih dekat dengan  kawasan industri ketimbang harus menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

“Cilamaya membuat jalan di Jakarta tidak rusak. Tidak macet. Padahal kontribusi barang di Priok lebih banyak dari karawang.”

Ketua Umum Indonesia National Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartoto mengatakan mendukung langkah Kementerian Perhubungan yang tetap ingin melanjutkan pembangunan  Pelabuhan Cilamaya. Menurutnya, Cilamaya sudah melewati studi dan dibahas sejak beberapa tahun terakhir sehingga sudah sepantasnya untuk dilanjutkan agar industri dpat bekerja lebih maksimal.

“Pelabuhan Cilamaya sangat strategis mengingat 75% aliran arus barang di Tanjung Priok berasal dari Timur Jakarta dan Jawa Barat.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top