Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menteri Susi Dikritik DPR, Hanya Urusi Perikanan Tangkap

Program kerja Menteri Susi Pudjiastuti dinilai masih belum fokus di bidang perikanan budidaya tetapi lebih fokus untuk mengurusi bidang perikanan tangkap.
Redaksi
Redaksi - Bisnis.com 26 Januari 2015  |  17:17 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (26/1) - Antara
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (26/1) - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Program kerja Menteri Susi Pudjiastuti dinilai masih belum fokus di bidang perikanan budidaya tetapi lebih fokus untuk mengurusi bidang perikanan tangkap.

"(Program kerja) lebih banyak mengupas perikanan tangkap," kata Herman Khaeron, wakil ketua Komisi IV DPR, dalam rapat kerja Menteri Kelautan dan Perikanan dengan Komisi IV DPR, Senin (27/1).

Menurut Herman, program kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk budidaya perikanan masih belum terihat secara spesifik.

Politisi Partai Demokrat itu mencontohkan, dalam budidaya udang masih belum terlihat kejelasan mengenai pengembangannya.

"Apakah spesifik mengembangkan udang vaname atau kembali ke udang windu," katanya.

Ia mengemukakan, pihaknya mengapresiasi bagaimana Menteri Susi menindak pelaku pencurian ikan.

Namun, ujar dia, sebenarnya hal seperti penenggalaman kapal sudah pernah dilakukan dahulu tapi tidak pernah diekspos karena memperhitungkan suasana batin dari negara sahabat.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono mengatakan, untuk budidaya udang, program revitalisasi tambak udang perlu dikritisi.

Hal itu, ujar Ono, karena dana yang diberikan terkait revitalisasi tambak udang terindikasi hanya jatuh kepada bos-bos udang.

"Ini harus dievaluasi," kata Ono yang berasal dari PDIP itu.

Sebelumnya, KKP mendorong pembudidaya perikanan di berbagai daerah di Indonesia untuk meningkatkan kemandirian induk dan benih unggul terutama untuk sejumlah komoditas unggulan.

"Beberapa komoditas budidaya air tawar saat ini sudah dapat menyediakan induk unggul, seperti ikan nila, lele, mas dan patin. Ke depan, kita akan dorong kemandirian induk dan benih unggul untuk komoditas lain seperti udang vaname, dan juga komoditas lainnya," kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto.

Slamet memaparkan, kemandirian yang dimaksud adalah bahwa dalam satu wilayah atau kawasan dapat memenuhi kebutuhan benih dan induk unggul secara cukup dan berkelanjutan, sehingga tidak mendatangkan induk atau benih dari daerah lain.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian kelautan dan perikanan

Sumber : Antara

Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top