Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mega Proyek Listrik: Pemerintah Tak Larang Teknologi Pembangkit China

Pemerintah tidak akan melarang penggunaan teknologi pembangkit listrik dari China kendati pengalaman dalam proyek FTP-1 menunjukkan pembangkit tersebut kerap bermasalah.
Fauzul Muna
Fauzul Muna - Bisnis.com 23 Januari 2015  |  02:46 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah tidak akan melarang penggunaan teknologi pembangkit listrik dari China kendati pengalaman dalam proyek FTP-1 menunjukkan pembangkit China kerap bermasalah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan akan membuka peluang bagi negara mana saja yang akan menawarkan teknologi pembangkit untuk proyek 35.000 megawatt.

“Siapa pun boleh bawa teknologi,” katanya seusai Rapat Kerja dengan Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Kamis (22/1/2015).

Dia menjelaskan semakin banyak pihak yang mengajukan teknologi pembangkit maka akan semakin bagus karena kemungkinan untuk mendapatkan teknologi terbaik semakin terbuka lebar.

“Saya percaya keberagaman karena akan mendorong persaingan sehingga masyarakat yang diuntungkan,” ungkapnya.

Meskipun membuka kesempatan bagi siapa saja, Sudirman berjanji akan mereview setiap teknologi yang ditawarkan untuk memuluskan megaproyek listrik tersebut.

Dia akan memastikan teknologi yang dipilih merupakan teknologi andal dengan pemasok terpercaya.

Selain persoalan pembangkit, dia juga akan fokus pada kualitas batu bara. Sudirman mendengar dari PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) yang mengeluh soal kualitas batu bara yang tidak seluruhnya bagus.

“Di masa lalu juga ada masalah kualitas batu bara kan, karena itu kami akan melihat cara PLN atau IPP [independent power producer atau perusahana listrik swasta] mendapatkan pasokan,” tambahnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembangkit listrik
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top