Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PONSEL: Importir Wajib Bangun Pabrik di Indonesia

Importir ponsel di Indonesia wajib memiliki pabrik perakitan pada akhir 2015, sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 82 tahun 2012 tentang Ketentuan Impor Telepon Seluler yang bertujuan menekan angka impor ponsel.
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi - Bisnis.com 22 Januari 2015  |  13:39 WIB
Aneka jenis telepon seluler (Ponsel). Importir wajib bangun pabrik di Indonesia - Bisnis
Aneka jenis telepon seluler (Ponsel). Importir wajib bangun pabrik di Indonesia - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Importir ponsel di Indonesia wajib memiliki pabrik perakitan pada akhir 2015, sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 82 tahun 2012 tentang Ketentuan Impor Telepon Seluler yang bertujuan menekan angka impor ponsel.

“Sesuai dengan Permendag, setelah tiga tahun importir akan dievaluasi dan diwajibkan untuk bangun pabrik di Indonesia,” kata Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian Ignatius Warsito, sebagaimana dikutip situs resmi Setkab, Kamis (22/1/2015).

Warsito menyebutkan  apabila ada importir yang belum memiliki pabrik perakitan pada akhir 2015, maka izin Importir Terdaftarnya (IT) otomatis dicabut oleh Kemendag.

Dia menambahkan produsen ponsel asal Korea Selatan Samsung telah berinvestasi US$20 juta untuk membangun pabrik di Indonesia dengan kapasitas hingga satu juta unit ponsel per bulan.

Selain itu, lanjutnya, produsen ponsel asal China Oppo juga berinvestasi US$30 juta untuk mendirikan pabrik di Tangerang dengan kapasitas produksi 500.000 unit ponsel per bulan, yang siap beroperasi pada Maret 2015.

Menurut Warsito, importir ponsel dapat bekerja sama dengan perusahaan dalam negeri untuk melakukan perakitan ponsel seperti dilakukan produsen ponsel Haier, yang memilih bekerjasama dengan pabrik milik Sanyo guna memproduksi ponsel.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ponsel
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top