Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LG Belum Berniat Rakit Ponsel di Indonesia

LG Belum Berniat Rakit Ponsel di Indonesia
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 22 Januari 2015  |  00:32 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Perusahaan pemegang merek sekaligus yang memproduksi ponsel LG, PT LG Electronics Indonesia, belum menunjukkan komitmen merintis perakitan ponsel di dalam negeri pada 2015.

Perakitan ponsel secara lokal diwajibkan mulai akhir tahun ini sejalan dengan penerapan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 82/2012 tentang ketentuan impor telepon seluler, komputer genggam, dan komputer tablet.

Namun demikian, Direktur Pemasaran PT LG Electronics Indonesia Eric Setiadi menyatakan secara umum pihaknya akan mengikuti aturan main pemerintah.

Apabila perseroan merakit pronselnya di Indonesia, kemungkinan besar mereka akan memanfaatkan ruang produksi di pabrik yang ada. "Kami tidak pernah menggandeng pemanufaktur [komponen] lokal," ucap Eric, di Jakarta, Rabu (21/1/2015).

Selama ini LG mengimpor seluruh ponselnya secara utuh. Pangsa pasar mereka relatif kecil baru sekitar 2% - 3% secara nasional. Dengan persentase ini Kementerian Perindustrian menilai sukar bagi perusahaan untuk memutuskan berinvestasi besar di Indonesia.

Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Ignatius Warsito berpendapat setidaknya LG butuh pangsa pasar 15% agar secara keekonomian bersedia membangun pabrik perakitan ponsel tersendiri.

Sejauh ini LG belum memberikan komitmen untuk memanufaktur komponen ponselnya secara lokal.
"Mereka ini dilema, mau kembangkan bisnisnya di jaringan 4G LTE. Tapi bangun pabrik perakitan pun sayang karena pangsa pasar ponsel mereka tidak gede, mereka sedang pertimbangkan," ucap Ignatius.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri telematika perakitan ponsel
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top