AIRASIA QZ8501: Bawa 4 Alat Canggih, BPPT Fokus Cari Black Box

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengirimkan kapal risetnya yang dilengkapi dengan empat alat pendukung guna membantu pencarian badan pesawat dan black box AirAsia QZ8501
Hadijah Alaydrus | 02 Januari 2015 12:08 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA—Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengirimkan kapal risetnya yang dilengkapi dengan empat alat pendukung guna membantu pencarian badan pesawat dan black box AirAsia QZ8501.

Kapal riset, Baruna Jaya (BJ), ini mengangkut empat peralatan penting yakni, Multi Beam Echo Sounder, Side Scan Sonar, Megato Meter (alat deteksi logam) dan Remote Operated Vehicle (ROV).

Multi Beam Echo Sounder berfungsi untuk melakukan pemetaan biometri dalam laut, sedangkan Side Scan Sonar juga berfungsi untuk melakukan pemetaan dengan jangkauan yang lebih tajam. Sementara itu, ROV memiliki fungsi menampilkan gambar video dari dasar laut.

“Kami berharap dapat menemukan badan pesawat sekaligus black box-nya," ujar Ketua Tim Ekspedisi Kapal Riset Baruna Jaya I Rahardian dalam keterangan pers kepada Bisnis, Selasa (30/12/2014).

Rahardian mengatakan keempat alat tersebut nantinya akan bekerja secara bergantian, dengan begitu, data yang didapat sudah terkonfirmasi kebenarannya.

BJ sendiri akan berkoordinasi dengan pihak Badan SAR Nasional (Basarnas). "Sesuai arahan Kepala Basarnas, BJ akan mengarah ke titik penemuan sebelumnya,” tambahnya.

Rahardian berharap kapal riset BJ 1 dapat menemukan pesawat ditengah cuaca yg tidak menentu saat ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bppt, Air Asia QZ8501, AirAsia QZ8501 Hilang

Editor : Nurbaiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top