Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sistem Kerja Paruh Waktu Harus Diterapkan

Pemerintah disarankan untuk menerapkan sistem kerja paruh waktu terhadap pekerja perempuan sebagai upaya kompromi dari rencana pemerintah untuk mengurangi jam kerja pekerja perempuan selama dua jam per hari.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 04 Desember 2014  |  18:53 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah disarankan untuk menerapkan sistem kerja paruh waktu terhadap pekerja perempuan sebagai upaya kompromi dari rencana pemerintah untuk mengurangi jam kerja pekerja perempuan selama dua jam per hari.

Pengamat ketenagakerjaan Payaman Simanjuntak yang menilai sistem kerja paruh waktu merupakan solusi paling tepat untuk menindaklanjuti wacana yang sempat digulirkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla tersebut.

"Saat ini jam kerja kan 40 jam seminggu. Diatur saja paruh waktu, pekerja perempuan bisa mengambil 15 atau 20 jam seminggu, tentunya upah yang diterima juga disesuaikan dengan jam kerja, jadi fleksibel," katanya, Kamis (4/12/2014).

Sistem tersebut menurut Payaman tidak hanya bisa dilakukan oleh perusahaan swasta, namun pegawai negeri sipil pun bisa menerapkan sistem paruh waktu. Termasuk, pekerja yang sudah memasuki usia tidak produktif.

"Banyak negara di dunia yang menggunakan sistem seperti itu. Indonesia juga bisa menerapkan sistem seperti itu, justru akan memudahkan pengusaha dalam penghitungan upah," ujarnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bidang UKM dan Perempuan Nina Tursinah mengatakan sistem kerja paruh waktu telah mulai diterapkan di negara-negara lain, tentunya tanpa menghilangkan hak seluruh pihak, baik pekerja maupun pengusaha.

"Sistem paruh waktu pelan-pelan akan dan memang harus diterapkan. Kami akan komunikasikan juga dengan industri kecil," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ketenagakerjaan pekerja paruh waktu
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top