ICP November Tembus US$75,39 per barel

Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada November 2014 mencapai US$75,39 per barel atau turun US$8,33 per barel dari US$83,72 per barel pada Oktober 2014.
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 02 Desember 2014  |  18:10 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada November 2014 mencapai US$75,39 per barel atau turun US$8,33 per barel dari US$83,72 per barel pada Oktober 2014.

Bahkan, harga minyak mentah andalan Indonesia, Minas/SLC juga turun sebesar US$8,13 per barel menjadi US$76,33 per barel pada November 2014. Padahal, harga minyak mentah itu pada bulan Oktober mencapai US$84,46 per barel.

Tim Harga Minyak Indonesia menyatakan penurunan harga minyak mentah Indonesia tersebut sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasionalyang diakibatkan negara-negara OPEC sepakat untuk tidak memotong produksi dan mempertahankan kuota produksi sebesar 30 juta barel per hari. Selain itu, pertemuan antara Arab Saudi, Venezuela, Meksiko dan Rusia sebelum pertemuan OPEC juga gagal menghasilkan kesepakatan untuk melakukan pemotongan produksi.

Berdasarkan laporan International Energy Agency  (IEA)  bulan November 2014, pasokan minyak mentah negara-negara Non OPEC di bulan Oktober meningkat sebesar 165.000 barel per hari yang disebabkan oleh peningkatan pasokan dari Amerika Serikat, Kanada dan United Kingdom.

Sementara itu, laporan Energy Information Administration (EIA) Amerika Serikat mengungkapkan tingkat stok mingguan minyak mentah komersial Amerika Serikat dan gasoline selama bulan November 2014 mengalami kenaikan dibandingkan dengan bulan Oktober 2014.

Laporan itu menyebutkan stok minyak mentah AS di bulan November 2014 naik 2,8 juta barel dibandingkan dengan stok bulan Oktober 2014. Sementara stok gasoline di bulan November 2014 juga naik 4,6 juta barel dibandingkan dengan stok bulan Oktober 2014.

Bahkan, menguatnya nilai tukar Dolar AS dibandingkan mata uang dunia lainnya juga dinilai sebagai pemicu turunnya harga minyak mentah Indonesia. Alasan lainnya, Arab Saudi menurunkan harga jual (official selling price) minyak mentah tujuan AS.

Padahal, untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi oleh penurunan minyak mentah oleh Jepang akibat adanya maintenance kilang dan berkurangnya penggunaan minyak mentah mentah direct burning sebagai pembangkit listrik serta melemahnya perekonomian Cina.

Berikut selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan November 2014, sebagai berikut:

-          WTI (Nymex) turun sebesar US$8,53 per barel dari US$84,34 per barel menjadi US$75,81 per barel.

-          Brent (ICE) turun sebesar US$8,42 per barel dari US$88,05 per barel menjadi US$79,63 per barel.

-          Basket OPEC turun sebesar US$9,14 per barel dari US$85,06 per barel menjadi US$75,92 per barel. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
icp

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top