Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KEMANDIRIAN PANGAN: BUMN Minta Bulog Susun Strategi Khusus

Pekan ini, Menteri BUMN Rini Soemarno memanggil Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menyusun strategi mewujudkan kemandirian pangan nasional yang menjadi salah satu fokus pemerintahan Jokowi-JK.
Ardhanareswari AHP
Ardhanareswari AHP - Bisnis.com 01 November 2014  |  00:39 WIB
KEMANDIRIAN PANGAN: BUMN Minta Bulog Susun Strategi Khusus
Menteri BUMN Rini Soemarno

Bisnis.com, JAKARTA - Pekan ini, Menteri BUMN Rini Soemarno memanggil Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menyusun strategi mewujudkan kemandirian pangan nasional yang menjadi salah satu fokus pemerintahan Jokowi-JK.

"Saya minta mereka [Bulog] membuat beberapa kajian. Salah satunya apakah bulog bisa menjadi perusahaan yang dapat membeli produk pertanian dengan margin yang layak dan mencukupi," katanya, Jumat (31/10/2014).

Produk pertanian yang direncanakan dibeli adalah beras, cabai, gula, bawang merah, daging, dan beberapa produk lainnya. Dengan lokasi operasional yang mencapai 5.600 titik di seluruh Indonesia, Rini menilai Bulog berpotensi menjadi motor pemerintah untuk mengubah sistem perdagangan produk pertanian.

Selain itu, Kementerian BUMN juga akan mengkaji sejumlah program Bulog yang sudah ada. "Salah satunya program Raskin (Beras Miskin). Seharusnya keluarga dapat uang dan beli beras karena masyarakat punya preferensi beras yang berbeda-beda," katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan pemerintah ingin mengubah subsidi konsumtif menjadi produktif dengan memberikan bantuan dalam bentuk uang yang dapat dikelola sendiri alih-alih menggelontorkan subsidi berbentuk barang, seperti raskin, listrik, dan bahan bakar minyak (BBM).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ketahanan pangan
Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top