Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARI BATIK NASIONAL: Abdul Latief Undang Jokowi

Mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Abdul Latief mengundang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk menghadiri perayaan Hari Batik Nasional di Pasaraya department store.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 22 September 2014  |  16:22 WIB
HARI BATIK NASIONAL: Abdul Latief Undang Jokowi
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Abdul Latief mengundang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk menghadiri perayaan Hari Batik Nasional di Pasaraya department store.

Hari Batik Nasional sendiri jatuh pada setiap tanggal 2 Oktober.

"Tadi mengundang Pak Jokowi untuk hadir pada perayaan Hari Batik Nasional," ucap Abdul Latief di Balai Kota, Senin (22/9/2014).

Selain mengundang untuk hadir dalam memperingati Hari Batik Nasional, pria yang juga pernah menjabat sebagai menteri tenaga kerja dan transmigrasi pada 1993-1998 ini juga mengajak Jokowi untuk 'memindahkan' Pasar Klewer di Kota Solo ke Pasaraya.

Memindahkan di sini memiliki arti Abdul Latief menginginkan para pedagang di Pasaraya menjual batik seperti di Pasar Klewer yang berada di Kota Solo.

"Temanya kita memindahkan Klewer ke Pasaraya," tuturnya.

Pengusaha sekaligus pendiri lembaga riset Soegeng Soerjadi yang mendampingi Abdul Latief menemui Jokowi juga menyatakan hal yang sama.

"Mau memperingati Hari Batik tanggal 2 Oktober," ucap Soegeng.

Untuk diketahui, Abdul Latief merupakan salah satu pengusaha sukses yang memiliki Pasaraya departement store. Selain itu, dia juga mengelola bisnis periklanan, agrobisnis, hotel, asuransi, properti, konstruksi, eceran, dan media massa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batik
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top