Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Victoria Agresif Garap Pasar Pangan di Indonesia

Pemerintah Negara Bagian Victoria, Australia mengadakan The South East Asia Super Trade Mission (STM) yang kedua di Indonesia tahun ini.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 11 Agustus 2014  |  18:37 WIB
Victoria Agresif Garap Pasar Pangan di Indonesia
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Negara Bagian Victoria, Australia mengadakan The South East Asia Super Trade Mission (STM) yang kedua di Indonesia tahun ini.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Victoria dalam menjalin hubungan dagang yang baik dengan Indonesia dengan mendorong ketahanan pangan yang kokoh di Indonesia.

Victoria secara berkesinambungan turut andil dalam memenuhi kebutuhan Indonesia akan bahan pangan berkualitas, terutama untuk susu, gandum, dan daging. Indonesia merupakan salah satu mitra dagang dan pasar ekspor terbesar ketiga Negara Bagian Victoria setelah China dan Jepang.

Indonesia menyambut baik kontribusi Victoria dalam menjaga ketahanan pangan. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan jumlah impor gandum sebesar 74% dari US$150 juta pada 2011-2012 menjadi US$261 juta pada 2012-2014.

Hal ini diiringi dengan meningkatnya nilai transaksi ekspor makanan dan serat dari Victoria ke Indonesia sebesar 26% selama 2012-2013.

“Indonesia memiliki populasi besar, demografi yang masih muda serta tingkat pertumbuhan tinggi. Pertumbuhan Indonesia yang baik harus didukung dengan ketahanan pangan yang kokoh. Sebagai negara tetangga, Victoria merasa senang dapat berkontribusi mendukung ketahanan pangan Indonesia,” ujar Menteri Agrikultur dan Ketahanan Pangan Victoria Peter Walsh, Senin (11/8/2014).

“Tahun lalu kami telah memulai kegiatan ini di Indonesia dan kami rasa peluang kerjasama antara Victoria-Indonesia akan terus berlangsung baik,” tambahnya.

Kerjasama Victoria-Indonesia tidak terbatas pada kebutuhan bahan pangan jangka pendek. Victoria dan Indonesia sepakat bekerja sama untuk bahu-membahu membangun ketahanan pangan untuk jangka panjang.

Hubungan kerjasama ini membuka kesempatan bagi kedua belah pihak untuk dapat bertukar informasi dan pengetahuan sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan mendorong keuntungan para pelaku usaha, baik di Indonesia maupun di Victoria.

Pemerintah Negara Bagian Victoria dan Dairy Australia, sebagai contoh, akan memberikan beasiswa bagi pemimpin industri pangan di Asia Tenggara untuk datang langsung ke Victoria dan mempelajari sektor olahan susu.

Beasiswa ini membuka kesempatan untuk saling mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengelola peternakan sapi guna menghasilkan susu olahan berkualitas tinggi.

Sebanyak 15 beasiswa ditawarkan bagi pemimpin industri pangan di negara-negara ASEAN, masing-masing dua beasiswa dibuka untuk Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam dan Filipina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ketahanan pangan
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top