Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ekspor Jateng Pada April 2014 Turun 3,8%

Nilai ekspor Jawa Tengah pada April US$498 juta, mengalami penurunan 3,79% dibandingkan Maret US$517,65 juta.
Ilustrasi/Bisnis.com
Ilustrasi/Bisnis.com

Bisnis.com, SEMARANG - Nilai ekspor Jawa Tengah pada April US$498 juta, mengalami penurunan 3,79% dibandingkan Maret US$517,65 juta.

Data Badan Pusat Statistik Jateng mencatat tiga negara utama tujuan ekspor meliputi Amerika Serikat, China, dan Jepang dengan komoditas ekspor berupa tekstil dan barang tekstil, kayu dan barang kayu serta berbagai produk barang hasil pabrik.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jateng Jam Jam Zamachsyari memastikan negara tujuan dan komoditas unggulan masih konsisten melakukan pengiriman barang dengan volume dan harga fluktuatif.

“Produk TPT berkontribusi 37,78% senilai US$184,9 juta, kayu barang kayu 18,12% (US$94 juta), dan barang pabrik 12,7% (US$67 juta),” katanya seusai paparan berita resmi statistik, Senin (2/6/2014).

Meskipun total nilai ekspor menurun, capaian barang TPT, kayu dan produk kayu serta barang pabrik mengalami peningkatan. Dibandingkan Maret, TPT meningkat dari US$174,5 juta, kayu US$93,58 juta dan barang pabrik US$65,9 juta.

Data yang dipaparkan BPS menunjukkan penurunan nilai ekspor Jateng dipacu oleh berkurangnya kontribusi pada ekspor komoditas produk mineral, minyak dan lemak hewani, serta produk kimia dan industri dengan rentang penurunan US$5 juta-US$19 juta dalam sebulan.

Petrus Edison Ambarura, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng berharap kontribusi ekspor akan kembali stabil bahkan meningkat pascapenurunan pada data April.

“Penurunan nilai karena banyak hal, bisa karena kendala bahan baku, produksi yang terbatas juga persaingan Bisnis yang ketat.”


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Sepudin Zuhri

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper