Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

5.000 Pohon akan Ditanam di Kawasan RER Riau

Manajemen Komite Restorasi Ekosistem Riau (RER) akan melakukan penanaman 5.424 pohon baru di kawasan hutan produksi Semenanjung Kampar, Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau sepanjang tahun ini.
Asep Dadan Muhanda
Asep Dadan Muhanda - Bisnis.com 24 Mei 2014  |  11:47 WIB
Komite Restorasi Ekosistem Riau -  Istimewa
Komite Restorasi Ekosistem Riau - Istimewa

Bisnis.com, PEKANBARU--Manajemen Komite Restorasi Ekosistem Riau (RER) akan melakukan penanaman 5.424 pohon baru di kawasan hutan produksi Semenanjung Kampar, Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau sepanjang tahun ini. 

Ketua Dewan Penasehat RER Kusnan Rahmin mengatakan pemulihan hutan yang mengalami degradasi di Semenanjung Kampar tersebut sudah mulai dilakukan dengan menanam 1.200 bibit pohon pada tahap pertama. 

Komite RER juga sudah mendirikan pembibitan tanaman asli hutan alam yang akan ditanam oleh pekerja dari masyarakat setempat.  RER juga mengumpulkan ribuan bibit tanaman asli untuk dikembangbiakan. 

“Kami telah menanam 1.200 bibit pohon dan saat ini di pembibitan terdapat 1.600 pohon siap ditanam.  RER mentargetkan 5.424 pohon akan ditanam sampai akhir 2014,” kata Kusnan Rahmin yang juga Presiden Direktur  Asia Pacific Resources International Holding Limited, Sabtu (24/5) 

RER merupakan program untuk mengembalikan keanekaragaman hayati pada lahan hutan yang terdegradasi. Kementerian Kehuatanan pada tahun lalu mengeluarkan izin bagi kelompok usaha (APRIL untuk melakukan restorasi pada lahan seluas 20.265 hektare. 

Lokasi tersebut merupakan bekas konsensi perusahaan lain, dan sempat menjadi target perambahan sehingga diperlukan peran swasta, LSM dan masyarakat untuk mengembalikan fungsinya.

APRIL sendiri berkomitmen mengucurkan dana senilai US$17 Juta selama 10 tahun untuk program tersebut. Perusahaan bubur kertas itu menggandeng lembaga swadaya global Fauna & Flora International (FFI) sebagai mitra dan sejumlah organisasi seperti Lembaga Adat Melayu Riau dalam menjalankan program tersebut.

Kusnan mengatakan RER yang diresmikan tahun lalu telah banyak melakukan upaya  restorasi ekosistem yang komprehensif bagi kawasan hutan gambut.  Program konservasi ini sejalan dengan tanggung jawab  perusahaan terhadap lingkungan, ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.
 
RER sebagai program restorasi ekosistem jangka panjang akan mengaplikasikan pendekatan ilmiah dalam merestorasi dan melindungi 20,265 hektare hutan gambut sebagai area hutan yang memiliki keanekaragaman hayati yang dilindungi. 
 
Dengan nilai investasi sebesar US$ 17 juta dalam 10 tahun mendatang, RER akan menjalankan berbagai program kemitraan termasuk dengan masyarakat setempat yang tinggal disekitar kawasan konservasi.
 
Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan ikut melakukan tanam perdana bibit pohon pada Kamis (22/5). Zulkifli mengatakan meskipun perusahaan mengeluarkan dana investasi besar, mereka dilarang menebang pohon yang sudah dan akan ditanam. Namun, perusahaan diperbolehkan memanfaatkan hasil hutan bukan kayu, misalnya untuk pendidikan konservasi, dan wisata dan kegiatan lainnya. 

“Kami apresiasi perusahaan yang mau berinvestasi untuk restorasi ekosistem hutan yang rusak,” kata Zulkifli.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konservasi hutan
Editor : Asep Dadan Muhanda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top