Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

90% Daging Ayam di Ritel Modern Diisukan Tidak Halal. Berikut Penjelasan Aprindo

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia membantah tudingan sejumlah pihak bahwa 90% pasokan daging ayam di toko modern tidak sehat dan tidak halal.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 13 Mei 2014  |  13:34 WIB
90% Daging Ayam di Ritel Modern Diisukan Tidak Halal. Berikut Penjelasan Aprindo
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia membantah tudingan sejumlah pihak bahwa 90% pasokan daging ayam di toko modern tidak sehat dan tidak halal.

Asosiasi menyayangkan penyebaran isu miring tersebut karena telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

"Toko ritel telah melakukan seleksi ketat terhadap pemasok, mensyaratkan pemasok untuk memenuhi standar keamanan pangan, termasuk sertifikasi halal untuk produk daging unggas," kata Satria Hamid, Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Satria, yang juga Head of Corporate Affairs PT Carrefour Indonesia memastikan pemasok daging ayam yang tidak mengantongi sertifikasi halal, tidak akan bekerja sama dengan perusahaan toko modern besar.

Untuk menjamin keamanan pangan dan menjaga nilai tambah bagi konsumen, peritel juga meninjau langsung tempat-tempat pemotongan ayam untuk dicek teknik pemotongan dan apakah telah sesuai dengan sertifikat yang berlaku.

“Kami juga tindak lanjut ke lapangan, jadi bukan tanpa dasar. Kami selalu cek sertifikasi pemasoknya, cek institusi yang menerbitkan sertifikatnya, juga cek ke lapangan. Jadi bukan hanya berdasarkan omongan saja".

Selain itu, secara berkala pasokan daging ayam yang dijual di toko ritel modern diperiksa oleh tim pengawas khusus dari Dinas Peternakan. “Mereka sering uji sampel, petugas rutin memeriksa.”

 

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

produk halal
Editor : Yusran Yunus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top