Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BK Ekspor Konsentrat Mineral Direvisi, Pengusaha Diminta Kooperatif

Kementerian ESDM meminta pengusaha pertambangan dalam negeri kooperatif kepada pemerintah terkait pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) yang akan dibangunnya.
M. Taufiqur Rahman
M. Taufiqur Rahman - Bisnis.com 28 April 2014  |  23:03 WIB
 Menteri ESDM Jero Wacik - Bisnis.com
Menteri ESDM Jero Wacik - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian ESDM meminta pengusaha pertambangan dalam negeri kooperatif kepada pemerintah terkait pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) yang akan dibangunnya.

Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan pemerintah akan menurunkan (melonggarkan) pajak ekspor atau bea keluar (BK) produk konsentrat tambang. Untuk itu, keseriusan pengusaha dalam membangun smelter harus dibuktikan.

"Ketika perusahaan tambang berkomitmen membangun smelter, ada jaminan kepada kami, ada roadmap yang jelas, maka pantas mendapat keringanan. Karena itulah kami [pemerintah] akan merevisi BK yang berlaku saat ini," jelasnya, Senin (28/4/2014).

Jero menyebutkan selama ini pengusaha mengeluh dengan aturan BK keluar yang naik secara progresif dari 20% menjadi 60% pada 2017. Namun, Jero enggan menyebutkan angka pasti dari revisi BK mineral tersebut.

"Besarannya lagi dihitung, ada di Kemenkeu. Saya hanya memberikan sinyal kalau pengusaha keberatan dengan aturan yang ada, dan menerima usulan revisinya,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bea keluar ekspor mineral
Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top