Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BK Produk mineral Idealnya Di Bawah 10%

Direktur Utama PT Indosmelt Natsir Mansyur mengatakan produk mineral yang nantinya di ekspor tersebut merupakan produk yang sudah diolah sehingga pengenaan BK yang cukup tinggi tersebut dirasa tidak tepat.nn
M. Taufiqur Rahman
M. Taufiqur Rahman - Bisnis.com 27 April 2014  |  22:46 WIB

Bisnis.com,JAKARTA — Direktur Utama PT Indosmelt Natsir Mansyur mengatakan produk mineral yang nantinya di ekspor tersebut merupakan produk yang sudah diolah sehingga pengenaan BK yang cukup tinggi tersebut dirasa tidak tepat.

“Kami sepakat kalau ekspor bijih mineral dikenakan BK tinggi. Tapi kalau sudah diolah itu kenapa kog masih tinggi [BK]. Memang tidak harus dihilangkan, tetapi jangan 20% keatas, idealnya itu di bawah 10%,” katanya kepada Bisnis, Minggu (27/4/2014).

Dia menyebutkan pengenaan BK yang tinggi tersebut sudah seharusnya dikaji ulang mengingat produk tersebut sudah melalui pengolahan sehingga sudah ada nilai tambah yang terjadi pada produk tersebut.

“Kami mengerti bahwa negara juga butuh pemasukan, tetapi ya perhatikan juga pengusaha. Seimbanglah, tidak ada yang dirugikan,” jelasnya.

Sebagai gambaran pemerintah menerapkan BK progresif dari 20% dan 25% pada 2014 menjadi 60% pada 2016. Dengan rincian sepanjang 2014 BK dipatok 25% untuk konsentrat tembaga dan 20% untuk jenis mineral lainnya. Penaikan BK berlaku per semester hingga pada sem II/2016, BK menjadi 60% untuk semua jenis mineral.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bea keluar mineral
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top