Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TARIF LISTRIK NAIK: Apindo Jabar Lapor ke KPPU

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat akan melaporkan kenaikan listrik ini kepada Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) karena dianggap menekan dunia usaha.
Adi Ginanjar Maulana
Adi Ginanjar Maulana - Bisnis.com 27 April 2014  |  13:10 WIB
Kenaikan listrik secara bertahap sepanjang 2013 sudah memukul dunia usaha.  - bisnis.com
Kenaikan listrik secara bertahap sepanjang 2013 sudah memukul dunia usaha. - bisnis.com

Bisnis.com, BANDUNG - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat akan melaporkan kenaikan listrik ini kepada Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) karena dianggap menekan dunia usaha.

Ketua Apindo Jabar Dedy Widjaja mengatakan kenaikan akan dirasakan oleh dunia usaha termasuk masyarakat yang akan menurunkan daya beli karena harga barang-barang akan menjadi naik.

"Dampak dari kenaikan ini akan terjadi di semua sektor, termasuk masyarakat sebagai konsumen. Kami harap pemerintah jangan bersikeras untuk menaikkan listrik ini," katanya, Minggu (27/4/2014).

Dia menjelaskan kenaikan listrik secara bertahap sepanjang 2013 sudah memukul dunia usaha, ditambah kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) yang membuat kondisi semakin berat.

Apalagi, lanjutnya, penaikan listrik ini berpotensi menurunkan daya saing dunia usaha dalam negeri menjelang perdagangan bebas Asean.

"Coba pemerintah lebih bijak lagi menyikapi penaikan lsitrik ini. Masih ada beberapa waktu pemerintah untuk menunda kenaikan listrik ini," katanya. (Adi Ginanjar Maulana /Ria Indhryani)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kppu tarif listrik
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top