Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Proyek Banyu Urip Capai Puncak Produksi 2015

Meski perkembangan proyek migas Banyu Urip Blok Cepu telah mencapai 87%, tetapi puncak produksi baru akan terlaksana pada 2015 sebesar 165.000 barel per hari (barel oil per day/BOPD).
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 25 April 2014  |  02:27 WIB
/Ilustrasi
/Ilustrasi

Bisnis.com JAKARTA – Meski perkembangan proyek migas Banyu Urip Blok Cepu telah mencapai 87%, tetapi puncak produksi baru akan terlaksana pada 2015 sebesar 165.000 barel per hari (barel oil per day/BOPD).

Pelaksana Tugas Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) J. Widjonarko mengatakan blok ini telah beroperasi sejak Agustus 2009, tetapi kini telah menghasilkan secara kumulatif sekitar 36 juta barel minyak atau setara dengan US$3,47 miliar.

Padahal, proyek tersebut masih menggunakan fasilitas produksi awal. Namun, dia berharap agar produksi minyak dari Blok yang dikelola Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Mobil Cepu Ltd (MCL) meningkat secara bertahap.

“Saat ini, blok tersebut telah menghasilkan 29.000 BOPD. Harapannya, pada September 2014, ada penambahan 10.000 BOPD dengan adanya penambahan pada fasilitas produksi awal,” ujarnya, seperti dikutip dari rilis yang diterima Bisnis, Kamis (24/4/2014).

Menurutnya, sesuai dengan rencana pengembangan lapangan (plan of development/PoD), investasi di proyek ini mencapai US$2,525 miliar, antara lain untuk pembangunan fasilitas produksi sebesar US$2,188 miliar dan pengeboran sumur sebanyak US$337 juta.

Berdasarkan catatan Bisnis, pembangunan fasilitas dibagi ke dalam lima kontrak rekayasa, pengadaan dan kontruksi (engineering, procurement, and construction/EPC) antara lain fasilitas produksi utama (Central Production Facility/CPF), pipa darat (onshore) sepanjang 72 km, pipa laut (offshore) dan menara tambat (mooring tower), Floating Storage Off-loading (FSO), serta fasilitas infrastruktur.

Dia mengatakan khusus kegiatan pengeboran berlangsung lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan. Sumur sejumlah 49 unit tersebut terdiri dari 33 sumur produksi minyak dan 16 sumur injeksi.

Dia berharap agar Lapangan Banyu Urip dapat memberikan kontribusi produksi minyak hingga 20% dari produksi minyak nasional. Menurutnya, bila angka ini tercapai maka dapat meningkatkan penerimaan Negara.

Sementara itu, Presiden Direktur ExxonMobil Oil Indonesia Inc. Jon M. Gibbs mengatakan pihaknya optimis akan menyelesaikan proyek tersebut  secara aman dan handal. Dia berharap agar setiap kegiatan EPC dan pengeboran selesai sesuai target produksi puncak lapangan ini pada 2015.

Bahkan, dia melibatkan tidak hanya lima kontrak EPC yang dipimpin oleh perusahaan Indonesia, tetapi juga terdapat 450 perusahaan sub kontraktor nasional dan lokal yang dilibatkan.

Padahal, 85% diantaranya merupakan perusahaan lokal dari Bojonegoro dan Tuban. Tidak hanya itu, terdapat 9.100 pekerja Indonesia yang 60% diantaranya adalah pekerja lokal yang berasal dari Bojonegoro dan Tuban.

”Lapangan Banyu Urip adalah proyek migas kelas dunia yang saat ini tengah dibangun bangsa Indonesia,” ujarnya.

Sekedar informasi, kontrak kerja sama Blok Cepu ditandatangani pada 17 September 2005 dengan MCL sebagai operator. MCL, anak perusahaan dari Exxon Mobil Corporation yang memegang 45% saham partisipasi bersama Pertamina EP Cepu yang memegang 45% saham.

Adapun 10% sisanya dipegang oleh Badan Kerja Sama Blok Cepu (BKS). Cadangan minyak di Lapangan Banyu Urip diperkirakan sebesar 445 juta barel.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

blok migas
Editor :

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top