Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PEMBANGUNAN SMELTER: Indosmelt Butuh Listrik 100.000 Watt

PT Indosmelt membutuhkan pasokan daya listrik sebesar 100.000 watt (100 MW) guna memenuhi kebutuhan listrik pabrik pengolahan dan pemurniannya (smelter). Rencananya, indosmelt akan membeli listrik milik PLN.
M. Taufiqur Rahman
M. Taufiqur Rahman - Bisnis.com 24 April 2014  |  20:13 WIB
Batu bara - Bisnis.com
Batu bara - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Indosmelt membutuhkan pasokan daya listrik sebesar 100.000 watt (100 MW) guna memenuhi kebutuhan listrik pabrik pengolahan dan pemurniannya (smelter). Rencananya, indosmelt akan  membeli listrik milik PLN.

Direktur Utama Indosmelt Natsir Mansyur mengatakan kebutuhan daya 100 MW terhitung kecil jika dihitung dalam skala industri. Meskipun demikian, pihaknya tidak berencana membangun pembangkit sendiri, karena tidak ekonomis.

“Kebutuhan listriknya hanya 100 MW saja, tidak terlalu besar. Karena itu, kami akan beli dari PLN dan tidak membangun pembangkit sendiri karena kurang ekonomis dan terlalu berisiko,” jelasnya, Kamis (24/4/2014).

Natsir optimistis kebutuhan listrik ini tidak akan menjadi kendala, mengingat pasokan listrik yang ada di lokasi pembangunan pabrik, yaitu Sulawesi Selatan masih sangat tinggi. Selain itu, pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan pihak PLN terkait rencana pembelian ini.

Sebagai catatan, pabrik pengolahan yang didirikan perusahaan Indosmelt ini rencananya akan mengolah konsentrat tembaga dari Freeport. Konsentrat tersebut akan diolah menjadi tembaga cathode yang produksinya diperkirakan mencapai 100.000 ton. Sedangkan 100.000 ton bijih emas akan diolah menjad 30.000 ton emas.

PT Freeport sendiri sudah menyatakan komitmennya untuk memasok kebutuhan konsentrat tembaga dan bijih emas yang dibutuhkan smelter ini. Vice Corporate Communication Freeport Daisy Primayanti mengatakan perusahaan akan tetap pada komitmen untuk memasok kebutuhan konsentrat smelter milik Indosmelt tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smelter
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top