Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Maluku Minta 5 Isu Disoroti dalam RPJMN Teknokratik

Pemerintah pusat diminta menitikberatkan perhatian pada lima isu utama yang selama ini menjadi persoalan klasik di Provinsi Maluku dan Maluku Utara sebagai bahan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Teknokratik 2015-2019.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 24 Februari 2014  |  18:25 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, AMBON - Pemerintah pusat diminta menitikberatkan perhatian pada lima isu utama yang selama ini menjadi persoalan klasik di Provinsi Maluku dan Maluku Utara sebagai bahan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Teknokratik 2015-2019.

Rektor Universitas Pattimura Thomas Pentury mengemukakan kemiskinan, infrastruktur perhubungan yang minim dan keterbatasan akses pendidikan dan kesehatan, selama ini menjadi masalah yang menjangkiti provinsi berpenduduk sekitar 1,5 juta jiwa itu.

Isu daerah tertinggal dan wilayah kepulauan pun selama ini tak mampu dipecahkan dengan konektivitas yang memadai.

“Akibatnya, beberapa indeks menunjukkan Maluku dan Malut (Maluku Utara) sebagai provinsi kepulauan di bawah rata-rata nasional,” katanya dalam kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat sebagai masukan RPJMN 2015-2019 yang digelar Bappenas di Universitas Pattimura, Senin (24/2/2014).

Indeks pembangunan manusia (IPM) di Maluku dan Maluku Utara misalnya masing-masing hanya 72,42 dan 69,98 pada 2012, masih di bawah rata-rata nasional yang 73,29 meskipun menunjukkan tren kenaikan dari tahun ke tahun.

Meskipun lebih rendah dari angka nasional yang 0,41, indeks gini pun berada pada tren meningkat di atas 0,3%. Hal ini menunjukkan disparitas pendapatan di kedua provinsi semakin menganga.

“Isu ini diharapkan bisa jadi bagian diskusi sehingga usaha kita bersama mewujudkan pembangunan berkeadilan bisa terwujud,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Maluku Antonius Sihaloho menambahkan isu strategis di provinsi yang kaya rempah-rempah itu, yakni ketahanan energi.

“Banyak industri mau masuk ke Maluku, tapi terkendala energi yang terbatas,” katanya.

RPJMN Teknokratik merupakan konsep yang diangkat pemerintah dalam penyusunan RPJMN 2015-2019 yang menitikberatkan pada pembangunan menyeluruh yang menekankan pembangunan keunggulan komparatif perekonomian yang berbasis sumber daya alam, sumber daya manusia  berkualitas dan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maluku rpjmn teknokratik
Editor : Sepudin Zuhri
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top