Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Erupsi Kelud, Hortindo Jamin Pasok Benih Hortikultura

Asosiasi Perusahaan Benih Hortikultura (Hortindo) menjamin ketersediaan stok perbenihan hortikultura guna mengganti lahan tanaman yang rusak akibat erupsi Gunung Kelud.
Adi Ginanjar Maulana
Adi Ginanjar Maulana - Bisnis.com 19 Februari 2014  |  14:27 WIB

Bisnis.com, BANDUNG—Asosiasi Perusahaan Benih Hortikultura (Hortindo) menjamin ketersediaan stok perbenihan hortikultura guna mengganti lahan tanaman yang rusak akibat erupsi Gunung Kelud.

Ketua Hortindo Afrizal Gindow mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi bersama beberapa perusahaan di kawasan itu agar mempersiapkan kebutuhan cadangan benih hortikultura bagi tanaman yang rusak terkena abu vulkanik.

Namun hingga kini pihaknya belum menerima laporan kerusakan tanaman hortikultura yang terkena abu vulkanik.

“Belum laporan kepada kami mengenai permintaan benih hortikultura bagi tanaman yang rusak. Namun kami sudah mempersiapkan antisipasi untuk kebutuhan benih lewat buffer stock,” katanya, Rabu (19/2/2014).

Pihaknya belum bisa memastikan stok yang ada di beberapa perusahaan, namun yang pasti bisa memenuhi kebutuhan untuk penanaman ulang bagi petani.

Hortindo sudah menargetkan kebutuhan perbenihan hortikultura di Indonesia pada tahun ini mencapai 13.000 ton, termasuk cadangan.

”Target ini termasuk kebutuhan untuk penggantian bagi tanaman yang rusak terkena bencana alam,” katanya.

Afrizal mengatakan benih yang diperkirakan dibutuhkan antara lain antara lain kubis, tomat, bawang merah, dan cabai.

Pihaknya menjelaskan khusus untuk benih kubis pihaknya tidak memiliki stok banyak karena larangan impor yang diterapkan pemerintah lewat Permentan 60/2012 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura dan Permendag tentang Ketentuan Impor Produk Hortikultura, sehingga untuk komoditas itu dipastikan tidak akan terpenuhi.

“Stok di dalam negeri sudah menyusut, karena benih kubis ini belum bisa diproduksi secara lokal. Nah, yang menjadi hambatan adalah larangan impor dari pemerintah,” ungkapnya.

Menurutnya, biaya untuk benih sangat kecil, kurang dari 5%  dibandingkan dengan total biaya produksi pertanian. Namun, benih memegang pengaruh sangat besar terhadap produksi dan keuntungan usaha pertanian.  

"Untuk tanaman yang rusak akibat erupsi Gunung Kelud kami akan prioritaskan memberikan benih lewat corporate social responsibility (CSR)."

Untuk mengantisipasi kebutuhan perbenihan hortikultura akibat bencana alam ke depan, ujarnya, pihaknya saat ini juga sedang memberikan pembinaan dan pelatihan kepada petani untuk membudidayakan tanaman.

“Kami bersama petani ingin memproduksi benih yang selama ini tidak diproduksi di dalam negeri seperti kubis. Tak hanya itu, pembinaan dilakukan agar mereka bisa memproduksi benih untuk kebutuhan mereka sendiri atau bisa dijadikan cadangan jika terjadi bencana alam,” katanya.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat Entang Stastraatmadja menilai kejadian bencana alam harus menjadi cerminan bagi pemerintah untuk mempersiapkan langkah strategis sejak dini.

"Pemberian cadangan benih itu sebetulnya sudah ada protapnya, namun pemerintah juga harus dituntut harus bepikir solutif," ujarnya.

Dia menilai selama ini fokus penanganan bencana yang pemerintah hanya untuk dua jenis bencana yakni banjir dan kemarau. Sedangkan kekhawatiran baru yang muncul yakni bencana lain seperti erupsi gunung atau  gempa bumi yang hingga kini belum ada penanganannya.

Oleh karena itu, pihaknya menyarankan pemerintah mengambil kebijakan solutif agar setiap peristiwa bencana yang terjadi dapat ditangani dengan baik.

"Seperti memberikan sistem peringatan dini kepada para petani terhadap kemungkinan bencana yang akan terjadi, agar bisa meminimalisir kerugian," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hortindo Gunung Kelud Meletus
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top