Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2013, Kenaikan Harga Properti Jerman Tertinggi Dalam Satu Dekade

Kendati mengalami perlambatan pada kuartal terakhir, peningkatan harga hunian di Jerman pada 2013 menjadi yang tertinggi dalam satu dekade terahir.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 18 Februari 2014  |  11:34 WIB
/Ilustrasi
/Ilustrasi

Bisnis.com, BERLIN – Kendati mengalami perlambatan pada kuartal terakhir, peningkatan harga hunian di Jerman pada 2013 menjadi yang tertinggi dalam satu dekade terahir.

Rendahnya suku bunga dianggap memudahkan pembiayaan pembelian rumah dan mendorong investor beralih dari pasar obligasi ke sektor real estate.

Berdasarkan laporan index yang dirilis VDP Association of German Pfandbrief Banks, pada tahun lalu harga rumah, apartemen dan bangunan residensial menanjak 4% dari tahun sebelumnya.

Pada kuartal terakhir 2013, peningkatan mencapai 3,4% atau yang terkecil dalam lima kuartal terakhir.

“Dari data VDP, itu [pencapaian 2013] merupakan peningkatan terbesar setidaknya sejak 2003,” ungkap laporan tersebut seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (18/2/2014).

Di samping dipicu oleh rendahnya biaya pinjaman, peningkatan harga hunian di Jerman juga didorong oleh kurangnya pasokan di kota-kota besar seperti Berlin dan Frankfurt. Sementara itu, permintaan terus bertumbuh melampaui pasokan.

“Permintaan untuk properti hunian tetap tinggi.  Kota-kota besar dan kota-kota dengan Universitas terus menjadi pusat perhatian,” ungkap Jens Tolckmitt, General Manager VDP.

Dalam kondisi tersebut, Pemerintah Jerman telah mengusulkan undang-undang baru untuk mengekang kenaikan harga jual dan sewa di pasar real estate setempat, sebab Bank Sentral Jerman, The Bundesbank menilai harga rumah di kota-kota terlalu tinggi sekitar 25%.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pasar properti

Sumber : Bloomberg

Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top