Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertamina Resmikan 7 Infrastruktur Hilir Migas

Pertamina meresmikan tujuh proyek infrastruktur hilir minyak dan gas (migas) senilai US$340 juta guna mendukung rencana perseroan menjadi pemain utama bisnis niaga migas di tingkat regional.
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 12 Februari 2014  |  11:45 WIB
Pertamina Resmikan 7 Infrastruktur Hilir Migas
Bagikan

Bisnis.com, Pulau Sambu, BATAM–Pertamina meresmikan tujuh proyek infrastruktur hilir minyak dan gas (migas) senilai US$340 juta guna mendukung rencana perseroan menjadi pemain utama bisnis niaga migas di tingkat regional.

Ketujuh proyek yang diresmikan perusahaan milik pemerintah itu, pertama peningkatan kapasitas terminal bahan bakar minyak (TBBM) Pulau Sambu hingga mencapai 300.000 KL dengan dermaga berkapasitas long range (LR) 100.000 DWT yang dilengkapi dengan fasilitas terminal automation system, serta blending untuk produk solar dan marine fuel oil (MFO) berstandar Internasional.

Kedua, pengembangan TBBM Tanjung Uban dengan tambahan kapasitas tangki timbun sebesar 200.000 KL lengkap dengan terminal utomation system dan dermaga baru berkapasitas LR 100.000 DWT, serta fasilitas blending mogas yang dapat meningkatkan fleksibilitas pembelian impor produk premium atau HOMC 92 dan naphta. Kedua proyek ini akan tuntas pada akhir 2016.

Ketiga, terminal LPG Panjang, Lampung dengan kapasitas tangki timbun 5.000 metrik ton yang telah melayani pasokan LPG untuk Lampung dan sekitarnya sekaligus sebagai buffer stock untuk wilayah Sumatra Selatan dan Bengkulu.

Keempat, kapal very large gas carrier (VLGC) berkapasitas 84.000 cubic metric (setara dengan 50.000 ton LPG) dengan panjang kapal 225,8 meter yang merupakan terbesar di dunia.

Kapal VLGC ini merupakan bagian dari rencana penambahan armada milik Pertamina untuk memperkuat jumlah armada kapal milik Pertamina, khususnya tipe LPG carrier untuk meningkatkan efisiensi dan memperlancar distribusi LPG ke seluruh wilayah Indonesia serta meningkatkan posisi tawar Pertamina di antara para ship owners.

Selanjutnya adalah tiga proyek Depo Pengisian Pesawat Udara (DPPU) di tiga lokasi bandara Internasional, yaitu DPPU Kualanamu, Medan, Sumatra Utara, DPPU Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, dan DPPU Bandara Internasional Lombok, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Ketiga proyek pembangunan DPPU tersebut bertujuan meningkatkan pelayanan bisnis penjualan Avtur Pertamina dalam dunia penerbangan nasional maupun internasional.

‎Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan mengatakan guna mencapai visi Asian Energy Champion 2025, perusahaan pelat merah itu telah memiliki sejumlah strategi yang dicatatkan dalam rencana jangka panjang perusahaan.

Hal itu ditujukan untuk meningkatkan kinerja agar dapat berada sejajar dengan perusahaan-perusahaan kelas dunia.

Salah satu pemicu pertumbuhan perusahaan yang diutamakan adalah penguatan bisnis hilir migas melalui pengembangan infrastruktur suplai dan distribusi.

“Pertamina meresmikan proyek-proyek yang diharapkan mendukung pencapaian kinerja dan tugas-tugas Pertamina sebagai Indonesia’s national energy backbone atau perusahaan yang mampu menjadi tulang punggung penyediaan kebutuhan energi dalam negeri sekaligus untuk memantapkan posisi perusahaan dalam penguasaan bisnis niaga migas baik di level nasional, regional, maupun Internasional,” tutur Karen dalam acara Groundbreaking dan Peresmian Proyek-Proyek Pertamina di Pulau Sambu, Kepulauan Riau, Rabu (12/2/2014).

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya‎ menambahkan peresmian proyek-proyek dengan nilai total US$340 juta ini sangat penting, karena keberhasilan pembangunan dan revitalisasi ini adalah bagian dari kemajuan Pertamina dan Indonesia secar umum.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina hulu energi
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top