Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Tak Perlu Lagi Impor Komoditas Pangan

Pengusaha makanan dan minuman menilai pasokan bahan pangan pokok pada tahun politik ini mencukupi untuk kebutuhan dalam negeri. Maka dari itu, pemerintah tidak perlu mengimpor bahan pangan pokok.
Muhammad Khamdi
Muhammad Khamdi - Bisnis.com 16 Januari 2014  |  19:08 WIB
 Komoditas Jagung - Jibi
Komoditas Jagung - Jibi

Bisnis.com, JAKARTA - Pengusaha makanan dan minuman menilai pasokan bahan pangan pokok pada tahun politik ini mencukupi untuk kebutuhan dalam negeri. Maka dari itu, pemerintah tidak perlu mengimpor bahan pangan pokok.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman mengatakan impor dilakukan apabila saat ini tidak ada stok pangan di dalam negeri. Kenyataannya, produksi bahan pangan seperti beras tahun ini meningkat 6 juta ton dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Kelihatannya, kalau melihat rencana pemerintah tahun ini surplus [beras] 10 juta ton. Kalau sudah surplus, enggak perlu impor. Nah, yang diperkirakan impor komoditas lain seperti jagung, singkong, kedelai. Ini yang kami lihat belum ada singkronisasi di sana,” ujar Adhi saat dihubungi Bisnis, Kamis (16/1/2014).

Pihaknya mengatakan rencana impor atau tidak pada komoditas bahan pangan seperti beras tergantung kebijakan pemerintah. Pasalnya, acuan pemerintah melakukan impor melihat permintaan dan persediaan pangan di dalam negeri. 

“Kalau beras bukan masalah teknis supply dan demand. Khusus komoditas beras saya kira menjadi komoditas pangan yang sudah ditangani Bulog. Lagi pula, tahun ini ada peningkatan produksi beras dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” papar Adhi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor pangan
Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top