Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelindo III Terbitkan Obligasi Rp3,5 Triliun Untuk Ekspansi

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III berencana menerbitkan obligasi internasional senilai US$290 juta atau Rp3,5 triliun -- bila didasarkan kurs tengah Bank Indonesia Jumat (20/12) -- pada semester pertama 2014.
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 22 Desember 2013  |  19:35 WIB
Pelindo III Terbitkan Obligasi Rp3,5 Triliun Untuk Ekspansi
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA--PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III berencana menerbitkan obligasi internasional senilai US$290 juta atau Rp3,5 triliun -- bila didasarkan kurs tengah Bank Indonesia Jumat (20/12) -- pada semester pertama 2014.

Direktur Keuangan Pelindo III Wahyu Suparyono menguraikan rencana obligasi internasional itu telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Kamis (19/12/2013).

Oleh karena itu, tim internal menindaklanjuti dengan menginventarisir lembaga penunjang dan underwriter yang diperlukan.

"Kami targetkan minimal bisa menarik dana eksternal US$290 juta melalui global bond," jelas Wahyu saat ditemui di Surabaya, Sabtu (21/12/2013).

Menurut Wahyu obligasi diperlukan untuk mendukung rencana belanja modal lebih dari Rp4 triliun pada 2014.

"60% lebih belanja modal untuk mendanai pengembangan Terminal Teluk Lamong dan pelabuhan lain di wilayah kerja Pelindo III," tambahnya.

Terminal Teluk Lamong merupakan fasilitas yang masih berada di kompleks Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Sedianya sarana itu memiliki lapangan curah kering 10 hektare, lapangan petikemas 15,86 ha, dermaga 500 X 80 meter dsb.

Kebutuhan investasi sarana itu diprediksi mencapai Rp17,49 triliun sampai 2030.

Dari total kebutuhan itu, perseroan telah mendapat kredit US$121 juta atau sekitar Rp1,2 triliun dari Credit Suisse dan Deutsche Bank Cabang London, Inggris pada 2013.

Dana itu untuk membeli 10 unit ship to shore crane (STS) dan 20 unit automated stacking crane (ASC). Alat tersebut digunakan di Terminal Teluk Lamong yang dioperasionalkan 1 Mei 2014.

Tahap pertama Terminal Teluk Lamong akan memiliki luas 38,9 hektare dan ditargetkan mencapai 50 ha pada 2014. Pengembangan yang direncanakan hingga 2030 diproyeksi mencapai luas 386,12 ha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi pelindo iii
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top