Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PIP: Pembiayaan Energi Terbarukan Terkendala Operator Listrik

Pusat Investasi Pemerintah (PIP)berkomitmen untuk membiayai proyek kelistrikan berbasis energi baru dan terbarukan, meski pendanaan masih terhambat komitmen operator pembangkit listrik.
Inda Marlina
Inda Marlina - Bisnis.com 03 Desember 2013  |  18:54 WIB

Bisnis.com, JAKARTA –Pusat Investasi Pemerintah (PIP)berkomitmen untuk membiayai proyek kelistrikan berbasis energi baru dan terbarukan, meski pendanaan masih terhambat komitmen operator pembangkit listrik.

"Komitmen sangat diperlukan, misalkan PIP telah membiayai pembangungan pembangkit listrik tenaga mini hidro [PLTMH], tetapi belum separuh jalan sudah ditinggalkan begitu saja, lalu kepada siapa akan dijual kembali [proyeknya]?" kata Ketua Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Soritaon Siregar, Selasa (3/12/2013)

Pembiayaan PIP merupakan pendanaan yang digunakan untuk kekurangan APBN. Menurutnya, pembangunan pembangkit energi terbarukan masih memerlukan insentif guna memacu penanam modal dalam bidang ini.

Meski memberi insentif, terdapat beberapa syarat untuk perusahaan yang akan menggunakan dana PIP, seperti telah memiliki laporan keuangan minimal 3 tahun. Bila ada perusahaan baru, PIP akan melihat dari induk perusahaannya. 

Kepada Divisi Energi Baru Terbarukan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Mochammad Sofyan mengatakan pengembangan energi terbarukan membutuhkan pendanaan besar. Namun, perawatan lebih mudah dan kelanjutan pasokan energi terbarukan lebih terjamin. 

"Walau membutuhkan dana dan risiko besar, tetapi ke depan akan lebih mudah," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

listrik energi terbarukan pip
Editor : Fatkhul-nonaktif
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top