Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pertamina Butuh Tambahan 200 MMscfd Gas untuk PIM dan PTPN III

PT Pertamina (Persero) membutuhkan tambahan alokasi gas sekitar 100-200 MMscfd untuk mengantisipasi permintaan bahan bakar tersebut di sekitar jalur pipa ArunBelawan

Bisnis.com, LHOKSEUMAWE - PT Pertamina (Persero) membutuhkan tambahan alokasi gas sekitar 100–-200 MMscfd untuk mengantisipasi permintaan bahan bakar tersebut di sekitar jalur pipa Arun—Belawan.

Terminal penyimpanan dan regasifikasi LNG Arun sebelumnya telah mendapatkan alokasi 120 MMscfd yang seluruhnya akan disalurkan untuk kebutuhan PLTG PLN.

Direktur Gas PT Pertamina (Persero) Hari Karyuliarto mengatakan tambahan alokasi tersebut, di antaranya, untuk memenuhi permintaan PT Pupuk Iskandar Muda dan PTPN III.

PTPN III telah setuju menjadi off taker sekitar 70 MMscfd gas yang dialirkan pipa Arun—Belawan. Gas tersebut rencananya digunakan untuk kebutuhan energi di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei.

Sementara itu, PIM berencana menggunakan pasokan gas dari pipa Arun—Belawan untuk menggantikan pasokan gas yang didapatkan melalui mekanisme swap dengan LNG yang dihasilkan Arun.

Harga gas dari pipa Arbel, jelas Hari, bisa lebih murah hingga US$4 ber mmBTU dibandingkan dengan harga gas yang didapatkan melalui swap.

“Kalau pengadaannya dengan LNG domestik, harganya tidak semahal harga sekarang. Sekarang harga domestik dan internasional kan selisihnya US$4–5,” katanya.

Hari mengatakan Pertamina sudah mengajukan permintaan pertambahan alokasi tersebut kepada pemerintah. Pemerintah, melalui Menteri ESDM, saat ini sedang melakukan due diligence atas permintaan alokasi tambahan dari Pertamina.

“Yang kita butuhkan [masih] harus di-due diligence pemerintah, kita masih tidak tahu harus negosiasi dengan siapa. Mau dari Bontang, atau Papua, silakan,” kata Hari.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Pertagas Hendra Jaya mengklaim pipa gas Arum--Belawan sudah selesai 50% dan akan beroperasi sesuai target pada Oktober 2014.

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Nurbaiti
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper