Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Semen Tonasa Targetkan Produksi 6,7 Juta ton Pada 2014

PT Semen Tonasa menargetkan penjualan semen pada 2014 mencapai 6,7 juta ton atau naik 10% dari tahun ini, didukung selesainya beberapa proyek strategis.
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 31 Oktober 2013  |  20:19 WIB

Bisnis.com, MAKASSAR - PT Semen Tonasa menargetkan penjualan semen pada 2014 mencapai 6,7 juta ton atau naik 10% dari tahun ini, didukung selesainya beberapa proyek strategis. Proyek strategis itu untuk meningkatkan operasional dan kapasitas produksi yang dimulai tahun ini dengan beroperasinya pabrik Tonasa unit V.

Direktur Utama Semen Tonasa Unggul Attas mengatakan pembangunan unit pengantongan semen (UPS) atau packing plant di Kendari sedang berlangsung dan kemungkinan akhir tahun ini sudah dapat beroperasi dengan kapasitas 300.000 ton per tahun.

Adapun packing plant di Bitung dengan kapasitas 300.000 ton akan ditambah dengan satu unit packer dengan kapasitas yang sama. "Akhir tahun ini juga akan selesai, menambah 300.000 ton lagi," kata Unggul, Kamis (31/10/2013).

UPS di Kabupaten Sulawesi Barat, Mamuju, juga tengah dalam proses pembangunan yang diprediksi selesai pada pertengahan 2014.

Semen Tonasa juga akan menambah shiploader Biringkassi dengan kapasitas 800 ton/jam. Penambahan shiploader ini untuk mendukung penjualan ke luar Sulsel."Jadi yang kami perkuat juga pelabuhan khusus yang ada di Biringkassi sehingga kami tambah shiploader," terang Unggul Attas.

Tonasa juga membangun fasilitas coal unloading atau pembongkaran batu bara, mengubah cara pembongkaran yang saat ini dilakukan secara manual menjadi mesin.Pembongkaran dengan mesin itu akan meningkatkan kapasitas dari 5.000 ton/hari saat ini menjadi 10.000 ton/hari. Pembangunan coal unloading ini untuk mengantisiasi kebutuhan peningkatan kapasitas produksi semen.

Unit penggilingan batu bara (coal mill) di pabrik Tonasa unit IV yang memiliki kapasitas 80 ton per hari. Unggul mengatakan pembangunan ini sejalan rencana Tonasa menggunakan batu bara low calorie untuk mendorong efisiensi.

Selama ini yang digunakan adalah batu bara 6.000 Kkal/kg (adb) dan akan diubah dengan jenis 5.700 Kkal. Dengan jenis kalori lebih rendah, katanya, akan menekan biaya produksi. Sementara itu, pembangunan power plant 2 x 35 MW telah selesai dibangun dan dalam tahap commissioning. Listrik dari PLTU ini akan dipasok ke Tonasa V.

PLTU berbahan bakar batu bara ini melengkapi pembangkit yang sudah ada sejak 1996 dengan daya 2x 25 MW yang dimanfaatkan untuk melistriki pabrik Tonasa IV. Direktur Keuangan Semen Tonasa Subhan menambahkan bahwa investasi perusahaan kini memang diarahkan untuk mendukung kegiatan efisiensi dan pemasaran. "Di 2014, untuk melakukan itu, kita membutuhkan dana investasi sekitar Rp650 miliar dan itu semua berasal dari kas internal," kata Subhan.

Perseroan juga mulai melakukan pembayaran atas pinjaman Tonasa V mulai tahun ini hingga 2019. Menurut Subhan, cashflow perusahaan masih mampu untuk investasi dan pembayaran utang.

Penjualan Naik

Kinerja penjualan Semen Tonasa selama Januari-September 2013 mencapai 4,41 juta ton atau naik 38,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk itu menargetkan total penjualan hingga akhir tahun 6,33 juta ton atau naik 36,8% dibandingkan dengan tahun lalu.

Direktur Utama Semen Tonasa Unggul Attas mengatakan hingga saat ini pangsa pasarnya secara nasional mencapai 9%, sedangkan di kawasan timur Indonesia menguasai 40%.Adapun nilai penjualan perseroan mencapai Rp3,41 triliun atau naik 35% (year on year). Prognosa hingga akhir tahun adalah Rp4,88 triliun atau naik 35,5% dibandingkan dengan tahun lalu.

Laba sebelum pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) hingga September tercatat Rp1,01 triliun, dengan target tahun ini RpRp1,43 triliun. Unggul menyebut bahwa permitaan atau demand semen nasional hingga triwulan III/2013 mencapai 41,6 juta ton atau tumbuh 5,4%. Pertumbuhan demand itu lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun lalu yang naik 18,8%.

Dia memprediksi hingga akhir tahun ini demand semen nasional mengalami pertumbuhan kurang lebih 5,6% atau sebesar 58 juta ton.Melambatnya permintaan semen juga menurunkan pertumbuhan rata-rata di industri yang hanya 5,7%. Namun, Tonasa mengklaim mampu tumbuh 18,8% tahun ini.

Di sisi produksi, Semen Tonasa menghasilkan 4,25 juta ton selama 9 bulan pertama 2013 atau naik 28,2% (yoy), dengan target hingga akhir tahun 6,08 juta ton. Tahun depan ditargetkan 6,7 juta ton atau naik 10%.

Saat ini perseroan mengoperasikan empat pabrik unit produksi yang berada di Pangkep, Sulawesi Selatan, yakni Tonasa II-V. Tonasa V yang beroperasi secara komersil sejak 1 Pebruari 2013, akan menggunakan pembangkit listrik sendiri.

Keempat unit pabrik tersebut menggunakan proses kering dengan kapasitas masing-masing 590.000 ton semen per tahun untuk Unit II dan III, 2,3 juta ton/ tahun untuk Unit IV serta 2,5 ton untuk Unit V.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semen industri semen
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top