Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengembang Tenaga Surya Harus Jaminkan Dana Tambahan

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan harus menyiapkan dana tambahan sebesar 10% dari total investasi yang akan dikeluarkan sebagai komitmen saat mengikuti proses lelang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 09 Oktober 2013  |  13:21 WIB
Pengembang Tenaga Surya Harus Jaminkan Dana Tambahan

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan harus menyiapkan dana tambahan sebesar 10% dari total investasi yang akan dikeluarkan sebagai komitmen saat mengikuti proses lelang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Rida Mulyana, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, mengatakan dana tambahan 10% dari total investasi itu harus dicantumkan dalam dokumen lelang yang diajukan perusahaan. Dengan begitu pemerintah memiliki jaminan komitmen dari perusahaan yang ingin mengembangkan PLTS.

“Mereka tidak harus menyetorkan dana tambahan 10% itu saat mengikuti lelang, yang pasti mereka harus mencantumkan kesanggupannya memberikan 10% dana tambahan sebagai komitmen awal,” katanya di Jakarta, Rabu (9/10/2013).

Rida menuturkan lelang terhadap 80 titik PLTS itu akan dilakukan pertengahan Oktober 2013. Harapannya, mulai tahun depan PLTS tersebut mulai beroperasi dan mengurangi konsumsi solar di wilayah yang menggunakan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

Menurutnya, sebagian besar titik tenaga surya yang akan dilelang berada di kawasan Indonesia bagian timur. PLTS yang dikembangkan pemerintah itu memang bertujuan menggantikan peranan PLTD saat siang hari.

“Ini memang dikhususkan untuk mengganti sebagian peran PLTD, jadi kebutuhan listrik siang hari akan dipasok dari PLTS. Targetnya kami bisa mengurangi 20% konsumsi solar,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

plts
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top