Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Penghapusan Bea Masuk Kedelai Sementara

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan memastikan penghapusan bea masuk kedelai sebesar 5% hanya bersifat sementara."Kalaupun berlaku hanya untuk kedelai yang dikirim hari ini [Kamis, 26/9/2013]. Saya berharap kebijakan ini tidak berlangsung
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 27 September 2013  |  00:39 WIB
Penghapusan Bea Masuk Kedelai Sementara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan memastikan penghapusan bea masuk kedelai sebesar 5% hanya bersifat sementara.

"Kalaupun berlaku hanya untuk kedelai yang dikirim hari ini [Kamis, 26/9/2013]. Saya berharap kebijakan ini tidak berlangsung lama," kata Gita di kantornya, Kamis (26/9/2013).

Pihaknya ingin kembali bisa menerapkan bea masuk untuk menstimulasi terciptanya swasembada kedelai. Hal ini sesuai dengan amanah Peraturan Presiden (Perpres) No. 32/2013 tentang Penugasan kepada Badan Urusan Logistik untuk Pengamanan Harga dan Penyaluran Kedelai

Dia memastikan sifat implementasi kebijakan ini hanya sementara. Setelah harga kedelai kembali stabil, otoritas perdagangan akan memformulasi tata niaga untuk melindungi kepentingan semua pihak baik dari petani, perajin, dan masyarakat.

Namun, pihaknya belum bisa memberikan estimasi lama waktu terkait implementasi kebijakan tersebut. Pengenaan kembali bea masuk akan bergantung pada perkembangan stabilisasi harga komoditas bahan baku tempe dan tahu di pasaran.

Di samping itu, Kemendag juga belum bisa mengindikasikan adanya perubahan pada harga beli petani (HBP) yang saat ini ditetapkan senilai Rp7.000 per kilogram. Menurutnya, nominal tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan biaya produksi petani.

"Harga beli petani itu dihitung dari biaya bibit, irigasi, pupuk, tenaga kerja, dan margin 30%, sehingg dapat angka Rp7.000 per kilogram. Angka itu sudah merupakan bentuk keperpihakan petani karena sebelumnya harganya Rp3.500-Rp3.700 per kilogram," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor gita wirjawan kedelai bea masuk
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top