Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kemendag Mengelak Tudingan Hamburkan Uang untuk Iklan Menteri

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan akhirnya menanggapi gencarnya pemberitaan di media massa terkait anggaran belanja iklan yang membengkak bahwa kegiatan publikasi telah dilakukan sejak lama dan merupakan kegiatan rutin.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 24 September 2013  |  01:22 WIB
Kemendag Mengelak Tudingan Hamburkan Uang untuk Iklan Menteri
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan akhirnya menanggapi gencarnya pemberitaan di media massa terkait anggaran belanja iklan yang membengkak bahwa kegiatan publikasi telah dilakukan sejak lama dan merupakan kegiatan rutin.

“Rencana kegiatan publikasi untuk 2013 telah disusun jauh sebelum Pak Gita memutuskan untuk berpartisipasi dalam Konvensi Capres Partai Demokrat,” ujar Kepala Humas Kementerian Perdagangan (Kemendag) Arlinda Imbang Jaya dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Senin (23/9/2013).

Dia melanjutkan materi publikasi yang memuat figur Gita Wirjawan tersebut baru dapat ditayangkan pada Juni 2013, karena adanya proses administrasi yang tidak memungkinkan penayangan pada awal tahun. Pada saat tersebut pria lulusan Harvard ini belum terdaftar sebagai peserta konvensi.

Arlinda menjelaskan kegiatan publikasi dilakukan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Kemendag, yakni menyampaikan pesan program kementerian kepada masyarakat luas. Kegiatan ini juga dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) No. 2/2009 tentang Penggunaan Produk Dalam Negeri.

Untuk melaksanakan inpres tersebut, diterbitkan Peraturan Menteri Perindustrian selaku Ketua Tim Nasional P3DN No. 50/2009 tentang Pembentukan Kelompok Kerja dan Sekretariat Tim Nasional P3DN, dimana Kementerian Perdagangan merupakan Ketua Kelompok Kerja Bidang Sosialisasi yang salah satu tupoksinya adalah melakukan Kegiatan  Promosi Produk Dalam Negeri.

Sebelum memproduksi iklan, pihaknya melakukan focus group discussion (FGD) untuk mengetahui materi yang dapat mempengaruhi publik agar mereka tergerak menggunakan produk buatan dalam negeri.

Hasil FGD dan evaluasi materi kampanye sebelumnya menunjukkan bahwa iklan akan lebih efektif jika menggunakan sosok tokoh yang cukup dikenal masyarakat dan kesehariannya menggunakan produk buatan dalam negeri.

“Kami merasa sosok Mendag sangat memenuhi kriteria tersebut. Kami juga mempertimbangkan jika menggunakan tokoh populer lainnya akan menimbulkan biaya lain yang cukup besar,” katanya.

Namun, tentu saja untuk hasil yang lebih optimal dan memberikan dampak positif kepada masyarakat luas, otoritas perdagangan akan melakukan evaluasi materi kampanye secara periodik.

Sebelumnya, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) mengungkapkan kementerian yang dipimpin oleh Gita Wirjawan ini telah menghabiskan belanja iklan dan segala macam bentuk publikasi lainnya sebesar Rp83,6 miliar pada 2012 dan Rp56,6 miliar pada tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gita wirjawan kementerian perdagangan iklan
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top